INDOZONE.ID - Di era digital saat ini, teknologi menawarkan banyak jalan pintas yang memudahkan proses penulisan akademik tanpa mengurangi kualitas ilmiah.
Ada platform dan website yang bisa digunakan oleh mahasiswa akhir yang sedang berjuang menyelesaikan tugas akhirnya. Dengan bantuan tools yang tepat, penulisan skripsi bisa dilakukan dengan cara yang lebih efisien, terstruktur, dan sesuai standar akademik.
Baca juga: 5 Tools AI yang Bisa Bantu Olah Data, Gak Perlu Pusing-pusing Lagi
1. Bantu Nyusun Kerangka dan Teori
Tahapan paling awal dalam penulisan skripsi adalah menyusun kerangka teori. Untuk itu, ada dua situs yang sangat membantu, yakni “ResearchRabbit” dan “Connected Papers”.
“ResearchRabbit” memvisualisasikan hubungan antar penelitian dalam bentuk mind map, berguna untuk melihat celah riset dan arah penelitian.
Sementara “Connected Papers” cocok untuk memahami perkembangan teori dari satu topik ke topik lain secara runtut. Tools ini membuat mahasiswa lebih mudah merancang Bab 2 tanpa harus kebingungan mencari arah literatur.
2. Bantu Penulisan dan Parafrase
Menulis paragraf akademik dengan bahasa yang rapi bukan perkara mudah. Di sinilah “Grammarly”, “QuillBot”, dan “Wordtune” menjadi penyelamat.
“Grammarly” memastikan tulisan berbahasa Inggris bebas dari kesalahan ejaan dan tata bahasa. “QuillBot” berfungsi sebagai alat parafrase dengan tingkat presisi tinggi, membantu menghindari plagiarisme, sedangkan “Wordtune” bisa memperjelas kalimat agar lebih efektif dan akademis.
Tapi walaupun ada tools-tools ini parafrase terbaik tetap hasil pemahaman sendiri, bukan sepenuhnya mengandalkan aplikasi.
3. Sitasi dan Daftar Pustaka
Salah satu hal yang sering merepotkan mahasiswa adalah menyusun daftar pustaka. Dua alat populer untuk membantu bagian ini adalah “Zotero” dan “Mendeley”. Keduanya mampu mengatur referensi secara otomatis dan menyesuaikan gaya sitasi seperti APA, IEEE, atau Chicago.
4. Buat Ringkasan Jurnal
Ketika waktu membaca jurnal terbatas, “Scholarcy” dan “SciSpace (ResearchGPT)” bisa menjadi alternatifnya. Scholarcy bisa meringkas jurnal panjang menjadi poin-poin utama, sangat berguna bagi mahasiswa yang sedang mengerjakan literature review.
Sementara “SciSpace” menjelaskan isi jurnal dengan bahasa yang lebih sederhana, cocok untuk yang masih kesulitan memahami istilah metodologi atau statistik.
5. Gaya Bahasa dan Presentasi
Tahap akhir penulisan sering kali melibatkan penyusunan laporan akhir dan persiapan presentasi. Tools seperti “Word Hippo”, “Ludwig.guru”, dan “Canva” bisa digunakan untuk mempercantik hasil kerja.
“Word Hippo” membantu mencari sinonim akademik agar kalimat tidak monoton, “Ludwig.guru” memberikan contoh kalimat dari jurnal internasional, dan “Canva” membantu mendesain presentasi ilmiah yang profesional.
Menggunakan teknologi dalam proses penulisan skripsi bukan berarti mencari jalan pintas, tetapi memanfaatkan alat bantu agar lebih efisien dan fokus pada isi penelitian.
Baca juga: Biar Nugas Gak Drama: 12 Shortcut Laptop yang Wajib Dikuasai Mahasiswa Lagi Skripsi!
Yang paling penting adalah strategi dan konsistensi dalam menulis. Dengan tools yang tepat, proses penyusunan skripsi bisa menjadi lebih ringan dan terarah.
Teknologi hadir bukan untuk menggantikan kemampuan berpikir kritis, melainkan untuk mendukung mahasiswa agar fokus pada hal yang paling esensial seperti kualitas riset dan ketepatan argumen akademik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@bantukuliahmu.id