INDOZONE.ID - Di era digital sekarang, personal branding sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan mahasiswa di dunia kampus, terutama bagi mereka yang aktif di media sosial (medsos), organisasi, maupun dunia kreatif.
Namun, banyak yang keliru menganggap personal branding hanya soal popularitas dan pengikut di dunia maya. Padahal, inti dari personal branding justru terletak pada arah tentang siapa dirimu dan bagaimana kamu ingin dikenal.
Baca juga: 4 Pola Pikir Public Speaking yang Bikin Mahasiswa Lebih Pede: Jangan Takut Memulai!
Mahasiswa perlu memahami bahwa personal branding dimulai dari kejelasan visi, bukan dari jumlah likes atau komentar.
Mengetahui apa yang ingin ditunjukkan ke dunia, adalah fondasi utama agar identitasmu tidak mudah terbawa arus tren sesaat. Dalam konteks ini, arah menjadi kunci pertama membentuk citra kuat dan konsisten.
Citra dan Nilai, Dua Pilar Utama Membangun Kepercayaan
Personal branding bukanlah tentang pencitraan berlebihan, melainkan konsistensi perilaku yang membangun persepsi. Keaslian menjadi nilai tambah yang justru membuat seseorang lebih mudah diingat.
Selain citra, nilai juga memiliki peran penting. Nilai adalah prinsip atau hal yang dipegang teguh dan menjadi alasan mengapa orang lain menghargai keberadaan kita.
Mahasiswa yang memiliki prinsip dan konsistensi, biasanya lebih dihormati, baik di kampus maupun dunia profesional. Nilai itulah yang membuat personal branding seseorang bertahan lama bahkan setelah tren berganti.
Narasi dan Pengalaman
Dalam membangun personal branding, narasi berfungsi sebagai cara untuk menceritakan siapa diri kita dan mengapa orang harus peduli. Narasi bukan sekadar promosi diri, melainkan komunikasi makna.
Mahasiswa dapat membangun narasinya lewat tulisan, karya, maupun aktivitas sosial yang mencerminkan karakter dan tujuan hidup.
Sementara itu, pengalaman adalah cerminan nyata dari branding yang dibangun. Bagaimana seseorang berinteraksi, berkomunikasi, dan memperlakukan orang lain baik di dunia nyata ataupun digital, akan menentukan persepsi publik terhadap dirinya.
Branding yang baik bukan berasal dari apa yang dikatakan, melainkan dari apa yang orang lain rasakan saat berinteraksi dengannya.
Membangun Branding yang Otentik di Dunia Kampus
Baca juga: Gen Z Wajib Catat! 6 Tips Public Speaking Buat Mahasiswa Biar Gak Asal Bicara
Bagi mahasiswa, personal branding berguna dalam membangun reputasi di dunia kampus dan menjadi salah satu pijakan untuk karier masa depan. Keikutsertaan dalam organisasi, sikap di media sosial, hingga cara berbicara di depan umum merupakan bagian dari proses membentuk citra diri.
Personal branding yang kuat gak dibangun dalam waktu sehari, tapi lahir dari perjalanan konsistensi untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@kadevco