INDOZONE.ID - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya mengambil langkah strategis dengan merancang pembukaan Program Studi Sarjana Kriminologi.
Rencana ini muncul sebagai respons terhadap kebutuhan kajian kriminologi yang semakin penting di tengah dinamika sosial dan keamanan nasional. Kunjungan resmi FISIP UB ke Departemen Kriminologi di FISIP Universitas Indonesia menjadi awal untuk mewujudkan prodi tersebut.
Baca juga: Perkuat Internasionalisasi Kampus, USK Sambut 3 Mahasiswa Penerima Beasiswa TIAS dari 3 Benua
Langkah Awal dan Kolaborasi Akademik
Kunjungan berlangsung pada Senin, 20 Oktober 2025, di kampus Universitas Indonesia. Rombongan FISIP UB dipimpin langsung oleh Dekan Dr. Ahmad Imron Rozuli bersama Ketua Senat Akademik dan sejumlah dosen terkait.
Sesi tersebut membahas secara mendalam bagaimana membangun kurikulum kriminologi yang relevan, serta memetakan peluang kerja sama mulai dari pertukaran dosen hingga penelitian bersama.
Pihak FISIP UI menyambut antusias dan menyatakan kesediaan untuk mendampingi pengembangan program studi baru ini. Pendampingan mencakup transfer kompetensi, konsultasi kurikulum, hingga dukungan metodologi kajian kriminologi.
Mengapa Kriminologi? Relevansi dan Kebutuhan Nyata
Dekan FISIP UB menjelaskan bahwa dibukanya prodi kriminologi bukan sekadar “gimmick kampus”, melainkan respons serius terhadap perubahan sosial yang cepat termasuk peningkatan kompleksitas kejahatan, dinamika sistem peradilan, dan tuntutan riset keamanan yang semakin tinggi.
Menurutnya, kriminologi dipandang sebagai bidang yang sangat relevan dan strategis dalam konteks keilmuan masa kini. Langkah ini juga ditempuh sebagai bagian dari strategi fakultas untuk memperkuat cakupan disiplin ilmu sosial dan politik.
Dengan prodi baru ini, diharapkan FISIP UB bisa menjawab tantangan modern dan menyiapkan lulusan yang kompeten dalam bidang keamanan, keadilan sosial, dan riset kejahatan.
Target Program Studi
Prodi Sarjana Kriminologi ditargetkan untuk mulai berjalan pada tahun akademik 2026/2027. Pendirian prodi ini akan melalui beberapa tahapan penting.
Mulai dari persiapan internal fakultas, pengajuan izin, penyusunan kurikulum, perekrutan dosen kompeten, dan sinergi dengan pihak eksternal termasuk lembaga riset dan institusi keamanan.
Baca juga: UIN Jakarta Masuk Kampus Top Indonesia 2026 versi QS WUR, Jadi PTKIN Terbaik
Jika semua tahap berjalan lancar, maka tahun 2026/2027 akan menjadi “angkatan pionir” yang membentuk generasi baru pemikir kriminologi Indonesia.
Sebuah gambaran kalau kampus gak hanya sekadar tempat belajar, tetapi juga tempat menyiapkan jawaban atas tantangan nyata bangsa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Prasetya.ub.ac.id