INDOZONE.ID - Umbi porang selama ini dikenali sebagai bahan pangan yang kaya glukomanan, tapi ternyata riset terbaru yang dilakukan oleh peneliti IPB University menunjukkan kalau serat dari tanaman tersebut memiliki potensi besar sebagai bahan dasar kosmetik.
Melalui proses teknologi kavitasi hidrodinamik, glukomanan berhasil diproses hingga kandungan kalsium oksalatnya berkurang secara signifikan sehingga menjadikannya lebih aman dan ramah lingkungan.
Peneliti utama, Dr. Prayoga Suryadarma, menyebutkan kalau hasil pemurnian ini menghasilkan “lima efek perlindungan kulit” yang menjadi keunggulan utama produk turunan porang.
Lima Efek Perlindungan Kulit yang Dihasilkan
Glukomanan hasil pemurnian tersebut dikembangkan sehingga memiliki kelima manfaat perlindungan kulit berikut:
- Proteksi terhadap pelindung kulit (skin barrier protection)
- Proteksi hidrasi atau menjaga kelembapan kulit (hydrate protection)
- Proteksi terhadap paparan sinar UV (UV protection)
- Proteksi anti-penuaan atau anti-aging (anti-aging protection)
- Proteksi antioksidan (antioxidant protection)
Dengan kelima perlindungan tersebut, bahan lokal berbasis porang ini berpotensi menjadi alternatif dalam industri kosmetik yang saat ini masih sangat tergantung pada bahan impor.
Transformasi Bahan Lokal Menjadi Produk Kosmetik
Proses riset gak hanya berhenti pada analisis kimia dan fungsi bahan. Dalam publikasi tersebut, dijelaskan kalau glukomanan gak hanya berfungsi sebagai bahan dasar saja.
Tetapi juga sebagai pembentuk gel, pengental, serta pelembap yang stabil saat dikombinasikan dengan berbagai bahan aktif alami dalam formulasi produk seperti lotion, masker, serum, hingga tabir surya.
Keunggulan ini menghadirkan potensi besar karena bahan lokal dapat memberikan kualitas setara dengan produk impor, sambil mendukung kemandirian bahan baku dalam negeri.
Dampak Terhadap Industri dan Peluang Pengembangan Lebih Lanjut
Penelitian ini memiliki implikasi yang luas. Pertama, dari sisi ekonomi sumber daya lokal porang sebagai bahan baku yang tumbuh di berbagai wilayah Indonesia kini mendapat nilai tambah yang signifikan.
Kedua, dari sisi industri kosmetik bahan alternatif yang dikembangkan berbasis riset lokal bisa menjadi pelopor substitusi impor.
Riset ini juga membuka jalur pengembangan klinik ke depan, di mana glukomanan dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam perawatan jaringan kulit, luka bakar, atau bekas operasi yang selama ini menggunakan bahan impor dengan harga tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ipb.ac.id