INDOZONE.ID - Program Studi Teknik Pembuatan Tenun Ikat dari Fakultas Sains dan Teknik di Universitas Nusa Cendana (UNDANA) tampil memukau, sebagai satu-satunya jurusan teknik pertenunan tradisional yang ikut serta dalam pameran Indonesia Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025.
Pameran ini berlangsung di Kota Kupang pada 11 hingga 13 November. Jurusan ini gak hanya hadir sebagai pengisi acara budaya biasa, tapi membawa sejumlah karya tekstil tenun hasil produksi mahasiswa yang memperlihatkan keterampilan teknis dan kearifan lokal yang digabung dalam proses pendidikan.
Baca juga: Unik Banget! Ini Dia Jurusan Kuliah yang Cuma Ada di Indonesia dan Bikin Bangga Budaya Lokal
Satu-Satunya Jurusan Tenun Ikat Tradisional
Dalam acara pameran itu, program studi tersebut memperkenalkan diri sebagai satu-satunya di Indonesia yang secara resmi mencetak insinyur tekstil tenun ikat tradisional.
Menurut koordinator pameran dari program studi tersebut, Christine Kayat, S.Pd., M.Pd., keikutsertaan ini memiliki dua misi utama yaitu memperkenalkan teknik pertenunan tradisional sebagai disiplin akademik serta membuka akses bagi generasi muda untuk menekuni warisan tekstil Nusantara melalui jalur pendidikan.
“Karena prodi teknik pertenunan tradisional memang hanya satu di Indonesia, yaitu di Undana, kami ingin banyak orang tahu bahwa tempat belajar seperti ini tersedia di Undana. Kalau ada yang ingin studi tentang pertenunan tradisional, mereka bisa menemukan ilmunya di sini,” ujar Christine seperti yang dilansir dari laman website resmi UNDANA pada Jumat (21/11/2025).
Kurikulum yang Fokus Pada Praktek
Kurikulum program studi ini mengalokasikan sekitar 80 % kegiatan belajar-mengajar kepada praktik langsung, mulai dari desain pola, pewarnaan alam, hingga proses menenun menggunakan alat tradisional dan semi-otomatis.
Peserta pameran IPACS pun dapat melihat langsung contoh-contoh tekstil yang dirancang dan dihasilkan oleh mahasiswa sebagai bagian dari pembelajaran mereka.
Pameran yang Libatkan 17 Negara Pasifik dan 10 Provinsi di Indonesia
Dengan membawa karya-karya ini ke pameran internasional yang melibatkan 17 negara Pasifik dan 10 provinsi di Indonesia, UNDANA sekaligus menempatkan program studi tersebut dalam posisi strategis sebagai penghubung antara pendidikan teknik dan pelestarian budaya tekstil lokal.
Keunggulan dari program ini bukan hanya soal keunikan menjadi satu-satunya di Indonesia, melainkan juga peluang yang terbuka bagi mahasiswa. Selain kompetensi teknik tenun, mereka juga dibekali dengan wawasan desain tekstil modern, manajemen produksi, hingga pemahaman budaya lokal yang kaya.
Hal tersebut memberi nilai tambahan pada lulusan ketika menapaki dunia kerja, mulai dari industri fashion, tekstil tradisional, hingga wirausaha kreatif.
Baca juga: Mengenal Kampus UNDANA: Profil dan Jurusan Lengkapnya
Partisipasi di IPACS 2025 juga menjadi indikator kalau program studi tersebut siap naik ke level global. Selain pameran, kesempatan kerja sama internasional dan pertukaran budaya bakal terbuka.
Dengan demikian, mahasiswa yang memilih jalur ini tak hanya belajar tentang tekstil, tetapi juga menjadi bagian dari pelestarian warisan budaya sekaligus pemanfaatan ekonomi kreatif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Undana.ac.id