INDOZONE.ID - Menyelesaikan studi tepat waktu biasanya dianggap sebagai sebuah tekanan. Padahal, dengan perencanaan yang jelas, prosesnya bisa jauh lebih terarah.
Melalui pembagian fase per semester, mulai dari fase eksplorasi di semester awal hingga fase eksekusi dan restart bagi yang memulai di semester lanjut. Pendekatan ini bisa membantu mahasiswa memahami ritme akademik dan menyesuaikannya dengan kapasitas masing-masing.
Baca juga: 5 Ciri Skripsi Kurang Menarik dan Tips Menghindarinya
Semester 1 - 4: Fase Eksplorasi
Empat semester pertama menjadi waktu paling penting untuk membangun fondasi. Pada fase ini, mahasiswa dianjurkan fokus mempelajari dasar-dasar keilmuan, memperluas jaringan pertemanan, aktif berorganisasi, hingga mengikuti kegiatan magang untuk melihat dunia kerja dari dekat.
Tujuan akhirnya adalah mengenali minat diri dan arah bidang yang ingin didalami di kemudian hari.
Semester 5 - 6: Fase Pemanasan
Memasuki pertengahan masa studi, ritme perkuliahan mulai terasa semakin serius. Pada fase ini, mahasiswa biasanya mulai mengenal metode penelitian, memahami gaya mengajar dosen, dan mengamati pola akademik di kelas.
Walaupun belum perlu memulai penyusunan skripsi, fase ini direkomendasikan sebagai saat yang tepat untuk mulai memperhatikan arah penelitian.
Semester 7: Fase Persiapan
Pada tahap ini, mahasiswa sudah bisa mulai melakukan langkah-langkah kecil seperti membaca jurnal, mencatat ide penelitian, menyusun kerangka awal proposal, dan berdiskusi dengan senior atau dosen.
Proses persiapan ini gak harus dilakukan secara tergesa-gesa. Setiap mahasiswa memiliki ritme progres yang berbeda. Yang terpenting, ada konsistensi dalam melakukan gerakan kecil yang terus berlanjut.
Semester 8: Fase Eksekusi
Pada fase inilah mahasiswa mulai memasuki proses yang lebih intens. Proposal harus dirampungkan, kemudian dilanjutkan dengan penulisan skripsi secara penuh.
Di tengah proses tersebut, banyak mahasiswa juga sedang menyelesaikan magang, sehingga manajemen waktu menjadi faktor penentu keberhasilan.
Semester 9++: Fase Restart
Bagi mahasiswa yang baru mulai skripsi di semester lanjut atau sempat mengalami jeda panjang, fase restart memberi kesempatan untuk kembali bangkit.
Langkah-langkah kecil seperti menghubungi dosen pembimbing, membuka draft proposal lama, atau menulis sedikit demi sedikit dapat menjadi titik awal yang baik.
Baca juga: 6 Tanda Skripsi Red Flag, Mahasiswa Perlu Waspada Biar Gak Telat Lulus!
Belajar mandiri melalui modul belajar, konten edukasi, serta panduan penelitian juga membantu mahasiswa memulai kembali proses skripsi secara lebih terarah.
Tidak ada satu waktu yang mutlak ideal untuk memulai skripsi. Setiap mahasiswa memiliki kondisi, ritme, dan tantangan masing-masing. Tapi, dengan memetakan perjalanan akademik sejak semester awal, proses skripsi bisa dijalani lebih strategis dan gak terasa menekan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@dafnisfaz_