Rabu, 26 NOVEMBER 2025 • 19:35 WIB

Agen Perubahan, Bukan Warga Pasif: 7 Alasan Mahasiswa Wajib Melek Politik!

Author

Ilustrasi mahasiswa melakukan demo (Freepik)

INDOZONE.ID - Melek politik bagi mahasiswa bukan berarti harus selalu turun ke jalan, melainkan tentang memiliki kesadaran kritis untuk mengamati, menilai, dan menyampaikan aspirasi publik.

Ada 7 alasan utama mengapa mahasiswa memiliki tanggung jawab lebih untuk melek politik

Baca juga: Kamu Punya MBTI Ekstrovert? Ini Rekomendasi Jurusan Kuliah untuk Kamu si Mahasiswa Ekstrovert

1. Agen Perubahan Sosial

Mahasiswa dikenal sebagai Agent of Change. Keterlibatan mereka dalam politik terbukti memberikan dampak besar untuk kemajuan demokrasi.

Dengan melek politik, mahasiswa mampu memahami struktur kekuasaan, relasi sosial, dan dinamika kebijakana.

Hal ini penting untuk dimiliki agar mahasiswa bukan hanya sekadar menjadi pengamat tetapi juga dapat pemantik perubahan.

Baca juga: Dugaan Nepotisme dan Infiltrasi Politik Aliran Warnai Pemilihan Dekan UI, Mahasiswa Siap Kawal Transparansi

2. Kebijakan Berdampak Langsung

Kebijakan politik juga dapat berdampak langsung pada mahasiswa dan memengaruhi kehidupan akademik, misalnya kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT), regulasi magang, atau sistem pendidikan.

Semuanya adalah kebijakan politik. Jika mahasiswa melek politik, mereka tidak akan buta perihal kebijakan tersebut.

Mahasiswa bisa terlibat di dalam forum diskusi publik, audiensi dengan DPR atau bahkan terlibat langsung dalam perumusan kebijakan politik. 

Baca juga: Keren! Universitas Airlangga Raih Juara 1 Kampanye Komunikasi Publik dari Kemkomdigi

3. Menjaga Kualitas Demokrasi

Perlu diketahui bahwa demokrasi memerlukan partisipasi aktif dari masyarakat, termasuk generasi muda yang intelektual seperti mahasiswa.

Mahasiswa diharapkan dapat menjadi suara rakyat yang murni dan ilmiah, bebas dari bias aspek-aspek lain, karena mahasiswa biasanya mempunyai pola pikir luas dan terbuka. 

Baca juga: 7 Jenis Kepercayaan Diri yang Perlu Dimiliki Mahasiswa untuk Menjadi Pemimpin Masa Depan

4. Mencegah Apatisme dan Manipulasi

Informasi di era digital yang bias atau direkayasa untuk kepentingan kelompok akan semakin banyak bertebaran.

Sikap apatis mahasiswa memudahkan manipulasi politik dan penyebaran informasi yang direkayasa.

Mahasiswa melek politik dapat membantu dan memudahkan masyarakat awam memilah informasi tepercaya dan melawan hoaks agar tidak terjerumus ke dalam narasi provokatif. 

Baca juga: 8 Mahasiswi UGM Ikuti Workshop Internasional di Korsel: Dorong Kepemimpinan dan Literasi Digital Perempuan

5. Tanggung Jawab Warga Negara

Politik merupakan tanggung jawab moral dan sosial untuk memastikan sistem pemerintahan berjalan adil. Mahasiswa adalah penyambung suara masyarakat.

Mahasiswa yang melek politik menyadari peran mereka bukan warga negara pasif, melainkan mitra kritis bagi pemerintah dan penyambung suara masyarakat yang tidak terwakili. 

Baca juga: LSPR Institute dan Kementerian Sosial RI Hadir Dalam LSPR Graduation

6. Mengasah Kemampuan Analisis

Melek politik mendorong mahasiswa untuk berpikir sistemik, kritis, dan berbasis data. Mereka tidak mudah menelan informasi mentah-mentah dan memiliki kepekaan sosial serta intelektual yang tinggi.

Kemampuan seperti ini akan jadi modal penting untuk mahasiswa itu sendiri. Terlebih dalam upaya mahasiswa mencari jati diri kepemimpinan yang baik di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Anakteknik.co.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU