10 Tips Ala Harvard Asah Skill Public Speaking, Cocok untuk Mahasiswa yang Mau Keluar dari Zona Nyaman
INDOZONE.ID - Berbicara di depan umum entah saat presentasi tugas, lomba, atau orasi kampus sering membuat gugup dan ketakutan. Tapi, rasa gugup itu bisa dikelola.
Ada 10 tips ala Harvard yang efektif untuk memperbaiki public speaking, sehingga suara bisa menyampaikan gagasan dengan percaya diri dan jelas.
Baca juga: 12 Tips Simpel Tingkatkan Percaya Diri untuk Mahasiswa yang Sering Ngerasa Ragu Sama Diri Sendiri
1. Terima Dulu Rasa Gugup
Reaksi seperti jantung berdebar atau tangan gemetar saat hendak tampil adalah hal wajar. Gak perlu diartikan sebagai tanda akan gagal. Justru, adrenalin bisa membuat seseorang lebih fokus. Rahasianya ada pada persiapan matang dan latihan rutin.
2. Kenali Audiens
Sebelum membuat pidato atau presentasi, pikirkan siapa yang akan mendengarkan. Dengan mengenal audiens usia, latar belakang, minat materi bisa disesuaikan sehingga pesan lebih gampang diterima.
3. Susun Materi Secara Rapi
Buat kerangka dengan menententukan topik, gagasan utama, hingga poin-poin penting. Struktur yang jelas membantu penyampaian jadi logis dan mudah diikuti.
4. Fleksibel dan Responsif Terhadap Audiens
Saat berbicara, perhatikan reaksi pendengar. Jika ada kebingungan atau minat yang turun, segera adaptasi gaya penyampaian atau nada bicara agar tetap menarik.
5. Biarkan Kepribadian Muncul
Menjadi diri sendiri lebih efektif daripada meniru gaya orang lain. Ketulusan dan keunikan karakter bisa membuat penyampaian terasa lebih autentik dan meyakinkan.
6. Gunakan Humor, Cerita, atau Bahasa yang Hidup
Menggabungkan anekdot, kisah personal, atau humor yang relevan bisa membuat presentasi lebih hidup. Audiens akan lebih mudah terhubung dan ingat dengan apa yang disampaikan.
7. Hindari Membaca Naskah Penuh
Membaca kata per kata membuat interaksi dengan audiens terputus. Gunakan poin-poin saja, agar tetap bisa menjaga kontak mata dan menjaga suasana alami.
8. Manfaatkan Gerak Tubuh dan Suara Secara Efektif
Gestur tangan, ekspresi wajah, serta intonasi suara ikut menyampaikan pesan. Hindari gerakan canggung fokus ke artikulasi dan bahasa tubuh yang mendukung pesan.
9. Buka Dengan Pembuka yang Menarik, Tutup dengan Kesimpulan Kuat
Pembuka bisa berupa fakta mengejutkan, pertanyaan menarik, atau kutipan kuat. Lalu akhiri dengan ringkasan poin penting dan pesan utama yang menempel di ingatan audiens.
10. Gunakan Alat Bantu Visual Secara Bijak
Jika menggunakan slide, gambar, atau video pastikan mereka mendukung, bukan mendominasi. Visual hanya memperkuat poin, bukan menggantikan esensi komunikasi.
Baca juga: 6 Sikap Ngobrol yang Bikin Disukai Banyak Orang, Tips Komunikasi Positif ala Mahasiswa Kampus
Saat kuliah di kampus presentasi tugas, seminar, debat, atau organisasi skill public speaking menjadi modal besar.
Intinya public speaking bukan bakat ajaib ini kompetensi yang bisa dilatih. Dengan persiapan, latihan, dan kejujuran terhadap diri sendiri, siapa pun bisa belajar berbicara di depan umum dengan mantap dan mengesankan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Professional.dce.harvard.edu