INDOZONE.ID - Mahasiswi asal Universitas Negeri Malang (UM) bernama Fakhren Nukha Zalfa menuai sorotan dari dunia riset dan publikasi ilmiah. Ia berhasil menerbitkan artikelnya yang berjudul Virotherapy as Gene Deliver for Anti-Cancer Therapy: A Review Article. Artikel tersebut dirilis pada jurnal internasional Q2, Asian Pacific Journal of Cancer Prevention, Volume 26 Nomor 11, pada 1 November 2025 silam.
Mahasiswi Program Studi Bioteknologi itu berada di posisi pertama sebagai first author, diikuti oleh enam peneliti lainnya di bawah bimbingan Dr. Muh. Ade Artasasta, S.Si.
Riset ilmiah ini awalnya bermula dari keresahan dari terbatasnya terapi kanker konvensional seperti kemoterapi dan radioterapi yang memiliki efek samping cukup serius. Tim peniliti ini mengkaji viroterapi sebagai alternatif terapi, yakni metode dengan memodifikasi virus untuk menghancurkan sel kanker tanpa harus mengorbankan sel sehat.
“Viroterapi menawarkan pendekatan yang lebih terarah karena virus dapat direkayasa untuk menargetkan sel kanker secara spesifik, sekaligus menstimulasi sistem imun tubuh melawan kanker,” tutur Fakhren.
Baca juga: Sebanyak 2.635 Mahasiswa KKN Unpad Diterjunkan ke Indramayu: Siap Berkontribusi bagi Masyarakat
Berdasarkan kajian terhadap lebih dari 85 artikel ilmiah internasional, Adenovirus (AdV) dinilai sebagai salah satu vektor terapi gen yang paling menjanjikan. Virus ini dipilih karena kemampuannya yang tinggi dalam mengantarkan gen ke dalam sel, baik pada sel yang aktif membelah maupun yang tidak. Adenovirus juga mampu membawa muatan gen dalam jumlah besar.
Dari sisi pengembangan, kesiapan AdV dinilai paling maju dibandingkan vektor virus lainny, dengan beberapa kandidat terapi yang telah memasuki tahap uji klinis lanjutan.
Sukesnya publikasi ini tidak dapat dilepaskan dari bimbingan profesional dosen pembimbing serta lingkungan akademik UM yang mendukung berbagai penelitian dan riset ilmiah mahasiswanya.
“Proses revisinya panjang dan menuntut ketelitian tinggi, tetapi justru di situlah pembelajaran akademik yang sesungguhnya,” ujarnya.
Ia bergarap riset ini menjadi fondasi kuat untuk riset berkelanjutan di bidang terapi gen kanker serta memotivasi mahasiswa lain untuk melakukan riset ilmiah ke kancah internasional.
Baca juga: Kisah Inspiratif Guru Tunanetra, Resmi Dikukuhkan sebagai Guru Profesional di UIN Salatiga
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Um.ac.id