Selasa, 13 JANUARI 2026 • 14:45 WIB

Inovasi Akuaponik UMM Ubah Lahan Sempit Warga Jetis Jadi Sumber Pangan dan Ekonomi

Author

Produk Lokal Hasil Akuaponik (umm.ac.id)

INDOZONE.ID - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuat inovasi sistem akuaponik agar masyarakat di Dusun Jetis, Desa Mulyoagung, Malang, tetap produktif meskipun mempunyai keterbatasan lahan.

Melalui sistem tersebut, warga di lingkungan Jalan Margojoyo kini dapat menciptakan area terbatas menjadi tempat budidaya ikan dan tanaman sayur secara terpadu. 

Baca juga: Peneliti UI Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren Lewat Inovasi Budidaya Lebah Madu

Program ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat UMM, yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

‎Kegiatan yang berlangsung dari Juli hingga Desember 2025 tersebut melibatkan tim lintas ilmu, mulai dari ahli biologi, perikanan, hingga ekonomi.

Ketua tim pengabdian, Prof. Dr. Yuni Pantiwati, mengungkapkan bahwa akuaponik dipilih karena sifatnya yang ramah lingkungan, sesuai dengan kondisi lahan, dan sangat efisien untuk kemandirian pangan keluarga. ‎

‎“Akuaponik memungkinkan masyarakat memproduksi pangan secara mandiri dengan memadukan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem yang saling menguntungkan,” jelasnya.   

Baca juga: Mahasiswa UNDANA Jelajah Thailand, Angkat Potensi Tanaman Gewang untuk Keberlanjutan!

‎Dalam pelaksanaannya, warga tidak hanya menjadi penonton. Dibawah bimbingan Dony Prasetyo dari Fakultas Perikanan, warga diajak terjun langsung mulai dari merancang instalasi, memilih benih, hingga merakit sistem akuaponik.

“Kami lakukan bersama warga agar mereka benar-benar mandiri,” tutur Dony.

Adapun komoditas yang dipilih meliputi ikan lele serta berbagai sayuran hijau seperti kangkung, sawi pakcoy, bayam, dan seledri.

‎Selain untuk kebutuhan dapur sendiri, program ini juga membidik peningkatan ekonomi warga. 

Baca juga: Pulihkan Trauma Pascabencana, Program Dukungan Psikososial Hadir di Aceh Utara

Dr. Erna Retno Rahadjeng membantu ibu-ibu PKK dalam mengolah hasil panen menjadi produk yang lebih awet dan bernilai jual, seperti abon lele dan keripik sayur.

Melalui pemasaran digital, produk-produk tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.

‎Warga menyambut inisiatif ini dengan antusias karena sistem akuaponik dianggap sebagai solusi nyata untuk menambah penghasilan tanpa memerlukan lahan luas.

Selain itu, program UMM ini menjadi langkah nyata dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama dalam memperkuat ketahanan pangan dan mengentaskan kemiskinan di level komunitas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Umm.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU