Kamis, 15 JANUARI 2026 • 18:15 WIB

Solusi Saat Hujan! Mahasiswa UPI Ciptakan HEATSING, Alat Pengering Singkong Otomatis Berbasis Tenaga Surya

Author

Mahasiswa UPI bersama alat pengering singkong HEATSING di Desa Sukamelang, Subang (berita.upi.edu)

INDOZONE.ID – Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menciptakan sebuah inovasi teknologi ramah lingkungan bernama HEATSING (Heating Technology for Singkong).

Alat pengering berbasis tenaga surya ini diperkenalkan di Desa Sukamelang, Kabupaten Subang, sebagai solusi bagi para petani dalam mengolah hasil panen singkong mereka.

Baca juga: Gagal Terima Email Aktivasi SNPMB? Simak Penyebab dan Solusi Praktisnya!

Teknologi tersebut dikembangkan melalui Program Mahasiswa Berdampak BEM UPI 2025 yang mengusung misi pemberdayaan ekonomi desa melalui tema "With UPI, Cassava is Gold".

HEATSING dirancang agar proses pengeringan singkong tidak lagi bergantung sepenuhnya pada panas matahari langsung.

Keunggulan utamanya terletak pada sistem pemanas otomatis dan baterai penyimpan daya, sehingga alat tetap berfungsi optimal meskipun cuaca sedang mendung atau hujan.

Proses pengeringan dilakukan di dalam ruang tertutup yang dilengkapi dengan exhaust fan untuk mengatur sirkulasi udara dan mencegah munculnya embun.

Baca juga: Intip Proses Produksi Skala Besar, Mahasiswa UPER Bedah Peran Kimia dalam Menjaga Kualitas dan Keamanan Produk

Inovasi ini merupakan hasil kerja keras mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Mesin dan Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) UPI, mulai dari tahap desain hingga perakitan alat.

Dr. Selly Feranie, M.Si. selaku ketua pembimbing PM-BEM UPI menurutkan bahwa HEATSING adalah bentuk kontribusi nyata mahasiswa.

“Melalui program ini mahasiswa mampu menghadirkan inovasi yang aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat. Harapannya, Desa Sukamelang dapat semakin mandiri dengan dukungan teknologi yang tepat guna,” tuturnya.

Kehadiran alat tersebut disambut baik oleh masyarakat setempat. Usep, Ketua Kelompok Tani Desa Sukamelang, mengungkapkan bahwa teknologi tersebut sangat membantu efisiensi kerja mereka.

Baca juga: Incar Gelar Juara Kembali, Garuda UNY Andalkan Inovasi dan Efisiensi Menuju SEM Asia-Pacific 2026

Sebelumnya, petani harus terburu-buru menyelamatkan jemuran singkong saat hujan turun, namun kini proses pengeringan bisa tetap berjalan stabil dan menghasilkan singkong yang lebih bersih

Tak hanya menghemat waktu, kualitas hasil akhir singkong dari hasil pengeringan terbukti lebih baik dan diharapkan dapat meningkatkan harga jual singkong di pasar.

Melalui HEATSING, mahasiswa UPI membuktikan bahwa kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dapat melahirkan teknologi tepat guna yang mendukung kemandirian desa secara berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita.upi.edu

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU