Sabtu, 17 JANUARI 2026 • 16:20 WIB

Operasi SAR 17 Hari, UPL MPA Unsoed dan Tim Gabungan Berhasil Temukan Korban Hilang

Author

UPL MPA Unsoed turut terlibat dalam operasi SAR mandiri (unsoed.ac.id) 

INDOZONE.ID – Pencarian korban hilang di Gunung Slamet melibatkan peran Unit Pandu Lingkungan Mahasiswa Pecinta Alam (UPL MPA) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang ikut serta dalam operasi SAR mandiri.

Setelah pencarian yang berlangsung selama 17 hari, Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki yang dilaporkan hilang di Gunung Slamet, akhirnya ditemukan. 

Baca juga: Klinik Pratama Soedirman Unsoed Sabet Penghargaan Transformasi Digital 2025 dari BPJS Kesehatan

Namun, ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu, 14 Januari 2026, pukul 10.49 WIB. Lokasi penemuan berada di lereng selatan, tepatnya di antara jalur pendakian Gunung Malang dan Baturraden.

Aksi kemanusiaan tersebut terbagi menjadi dua fase utama. Fase pertama dilakukan pada 6–8 Januari 2026 bersama tim Wanadri Bandung.

Dalam tahap ini, Unsoed menerjunkan lima relawan sebagai tim pencari lapangan, yaitu Dimas Wishal Al-Ghifari, Habib Manarul Huda, Indra Kurnia Wicaksono, Ali Sabab Izzul Abi, dan Zebi Femi Ibrahim Aryanto.

Pencarian kemudian berlanjut pada fase kedua yang dimulai pada 10 Januari 2026 setelah tim melakukan asesmen lebih lanjut. Pada tahap kedua, personil senior seperti Abdul Kholik Djaelan dan Agus Ariyanto turut bergabung.

Baca juga: Tim Relawan UM Pulihkan Harapan Warga Desa Pasia Laweh Melalui Trauma Healing hingga Gizi Seimbang

UPL MPA Unsoed bekerja sama dalam Tim Gabungan yang terdiri dari berbagai organisasi seperti Wanadri, APGI, OPA Mayapada, Wikupala, serta beberapa komunitas Mapala lainnya.

Pihak universitas memberikan dukungan penuh terhadap operasi yang dilakukan dengan menyediakan berbagai peralatan dan perlengkapan kampus.

Keterlibatan mahasiswa dipandang sebagai bentuk nyata dari pengabdian kepada masyarakat yang merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsoed, Prof. Dr. Norman Arie Prayogo, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam. 

Baca juga: FIKES Uhamka Sukses Gelar Gerakan Kesehatan dan Pengabdian Masyarakat untuk Pekerja Peternakan di Jonggol

“Kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Almarhum Syafiq Ridhan Ali Razan. Semoga Almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta keikhlasan,” ungkapnya.

Beliau juga memberikan apresiasi tinggi atas keberanian, kegigihan, dan ketulusan para mahasiswa UPL MPA Unsoed yang telah berjuang di lapangan.

Pihak kampus berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unsoed.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU