INDOZONE.ID - Kementrian Transmigrasi melakukan kerjasama dengan 10 perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia melalui program Transmigrasi Patriot.
Program tersebut lahir untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul dikawasan transmigrasi.
Kementerian Transmigrasi telah merancang Beasiswa Transmigrasi yang disiapkan khusus untuk 1.000 sarjana terbaik dari berbagai latar belakang pendidikan yang berbeda, serta menurunkan kembali 1.000 akademisi sebagai Tim Ekspedisi Patriot ke 154 Kawasan Transmigrasi di seluruh wilayah Indonesia.
“Kami melakukan konsolidasi untuk mendiskusikan keberlanjutan program transmigrasi patriot yang insya Allah tahun ini akan dikembangkan dalam bentuk 2 program besar karena kita ingin betul-betul mencetak SDM yang sangat unggul. Bukan lagi SDM unggul, tetapi yang sangat unggul,” ujar Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara.
Baca juga: Universitas Esa Unggul Perkuat Peran Kader Kesehatan guna Cegah Komplikasi Stroke pada Lansia
10 perguruan tinggi yang masuk ke dalam pilihan Kementerian Transmigrasi meliputi Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, serta Universitas Hasanuddin.
Tahun ini, Kementrans mengemas Program Transmigrasi Patriot ke dalam dua program utama, yakni Ekspedasi Patriot dan Beasiswa Patriot.
Dilansir dari laman Kementrans, Ekspedasi Patriot 2026 menitikberatkan pada pengabdian masyarakat yang lebih masif.
“Misalkan ada infrastruktur dasar yang belum terpenuhi, maka nanti kita akan terjunkan para patriot dari kampus-kampus unggulan tadi untuk membantu masyarakat dalam bidang infrastruktur dasar. Kemudian dalam bidang misalkan yang lebih teknis, pembibitan, hama, terkait dengan pertanian, atau misalkan potensi pariwisata, atau juga misalkan pertambangan sesuai dengan potensi ekonomi masing-masing daerah di 154 kawasan transmigrasi,” jelas Mentrans.
Baca juga: Ubah Limbah Plastik Jadi Penyerap Karbon, Mahasiswa UGM Kantongi Medali Emas di Ajang I2ASPO 2025
Sementara itu, Beasiswa Patriot merupakan sebuah program yang berfokus untuk melahirkan bibit SDM unggul melalui pembangunan Kampus Patriot.
Wilayah yang dijangkau oleh Beasiswa Patriot meliputi Barelan (Batam, Rempang dan Galang di Batam), Kaluku (Mamuju di Sulawesi Barat) dan Salor (Merauke di Papua Selatan)
Program ini diselenggarakan untuk menjadi wadah bagi masyarakat dalam mengakses dunia pendidikan yang lebih tinggi.
“Kita ingin masyarakat lokal mendapatkan manfaat langsung dari pembangunan dan investasi, sehingga tidak terasing di negerinya sendiri,” tambahnya.
Beasiswa Patriot akan dilaksanakan melalui dua proses seleksi ketat, yaitu tes pusat dan penilaian psikologis.
Kementrans turut membuka pintu kolaborasi dengan beberapa perguruan tinggi di luar negeri, seperti Universitas Teknik München (Jerman), Universitas Nasional Tsing Hua(NTHU, Tiongkok), dan Universitas Stanford (California, AS).
“Jadi ke depan, pasti akan ada universitas (dari luar negeri) yang bergabung. Seperti apa bentuknya, ini nanti tergantung kecepatan kita menyesuaikan dengan masalah regulasi ini,” tutup Mentrans.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Transmigrasi.go.id