INDOZONE.ID - Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengajak berbagai perguruan tinggi ternama dari Inggris untuk bekerja sama membangun 10 universitas baru di tanah air.
Ajakan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo saat menghadiri acara UK–Indonesia Education Roundtable yang berlangsung di Lancaster House, London, pada 20 Januari 2026.
Baca juga: Sumbang 54 Medali SEA Games 2025, Atlet dan Pelatih UNESA Diguyur Bonus dari Presiden Prabowo
Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia ingin mempercepat kemajuan sektor pendidikan dengan mengadopsi standar internasional yang setara dengan universitas terbaik di dunia.
Saat ini, beberapa institusi pendidikan Inggris memang telah menjalin kemitraan dengan kampus lokal seperti Universitas Indonesia (UI) dan Gadjah Mada (UGM), bahkan sudah ada yang beroperasi di wilayah Singosari dan Bandung untuk bidang teknologi digital.
Namun, pemerintah ingin memperluas jangkauan kerja sama agar pendidikan tinggi di Indonesia mencapai level tertinggi.
Salah satu alasan utama di balik langkah ambisius ini adalah krisis tenaga medis yang dialami Indonesia.
Baca juga: Berbekal Beasiswa Fully Funded, Mahasiswa UM Metro Perkuat Pendidikan Islam di Banda Neira
Berdasarkan data yang dipaparkan Prabowo, Indonesia kini masih membutuhkan sekitar 140 ribu dokter tambahan.
“Kami hanya menghasilkan sekitar 9 ribu dokter setiap tahunnya. Jadi, entah berapa tahun lagi, dan pada saat kami mencapai 140 ribu dokter, semakin banyak dokter yang akan pensiun. Jadi, ini adalah sesuatu yang harus kami lakukan dengan rencana strategis,” paparnya.
Oleh karena itu, 10 universitas baru yang direncanakan ini akan diprioritaskan pada program studi kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta bidang sains dan teknologi.
Presiden menginginkan standar pendidikan tertinggi dari Inggris diterapkan sepenuhnya di kampus-kampus tersebut, termasuk penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama.
Mengenai akses pendidikan, pemerintah berkomitmen memberikan beasiswa penuh bagi lulusan-lulusan sekolah terbaik di Indonesia untuk menempuh studi di sana.
Sebelum mulai belajar, para mahasiswa akan mendapatkan pelatihan bahasa Inggris yang intensif, yang pelaksanaannya akan melibatkan kerja sama dengan British Council.
Selain fokus pada pendidikan, di setiap kampus nantinya akan dibangun rumah sakit pendidikan dengan standar internasional.
“Menurut saya, jika kita membangun rumah sakit pendidikan berstandar internasional di setiap kampus, mungkin kita bisa menghemat USD 6 miliar setiap tahun, yang uangnya dapat disalurkan ke universitas dan rumah sakit ini,” ungkapnya.
Baca juga: Program SOLID Unesa: Mahasiswa Kediri Hadirkan Liburan "CERIA" di Panti Asuhan Mutiara Gemilang
Dana yang berhasil dihemat nantinya dapat dialokasikan kembali untuk pengembangan universitas dan rumah sakit terkait.
Indonesia juga sangat terbuka bagi tenaga pengajar asing, termasuk skema profesor tamu dari universitas mitra.
Pemerintah berjanji akan menjamin keamanan serta kualitas hidup bagi para dosen luar negeri agar mereka tertarik bekerja di Indonesia.
Targetnya, persiapan pembangunan ini selesai dalam waktu dekat sehingga angkatan mahasiswa pertama bisa mulai diterima pada awal tahun 2028 mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Setkab.go.id