Selasa, 27 JANUARI 2026 • 21:00 WIB

Lulus dalam 3 Tahun 4 Bulan, Rohani Nababan Dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik FEB Unila

Author

Rohani Risnauli Nababan (unila.ac.id)

INDOZONE.ID - Rohani Risnauli Nababan, mahasiswi Program Studi S-1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila), berhasil dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik S-1.

Meskipun masa studinya cukup singkat, yakni 3 tahun 4 bulan 4 hari. Namun, bagi Rohani, pencapaian ini bukan sekadar tentang angka. 

Baca juga: UI Puncaki Daftar! Inilah 5 Kampus Terbaik Indonesia dengan Reputasi Global Menurut UNIRANKS® 2026

“Makna pencapaian ini adalah keberhasilan orang-orang di sekitar saya yang mendukung saya dengan penuh cinta selama menjalani perkuliahan,” tuturnya.

Sejak pertama kali menginjakkan kaki di kampus sebagai mahasiswa baru, Rohani sudah mematok target yang tinggi.

Ia percaya bahwa predikat lulusan terbaik adalah hadiah akhir yang manis sebelum resmi menyandang status alumnus.

Motivasi terbesarnya bersumber dari keluarga, terutama orang tua dan saudara-saudaranya yang selalu menjadi penyemangat dalam setiap langkah. 

Baca juga: 2 Mahasiswa Palestina Ambil Kuliah Speasialis di UNAIR, Bantu Masyarakat Gaza Jadi Motivasi Utama

“Saya sangat mengingat peranan dan bantuan serta dukungan yang mereka berikan. Itu yang membuat saya terus berjuang dan berkembang,” terangnya.

Selain unggul di kelas, Rohani juga aktif dalam kegiatan non-akademik. Ia mengisi masa kuliahnya dengan berorganisasi, mengikuti berbagai pelatihan, hingga berkompetisi dalam ajang karya tulis ilmiah tingkat nasional.

Baginya, belajar akademik adalah sebuah kewajiban, namun aktif di luar kelas adalah hak istimewa untuk berkembang.

Kunci keberhasilannya dalam menyeimbangkan kegiatan tersebut adalah manajemen waktu yang disiplin dan realistis melalui penyusunan jadwal mingguan.

Baca juga: Gemilang! Mahasiswa Manajemen UIN Suska Raih Emas Pencak Silat Riau Championship 2026

Perjalanannya tentu tidak selalu mulus. Rohani bahkan sempat menghadapi titik jenuh ketika mengerjakan bab IV skripsi sehingga ia memutuskan harus berhenti sejenak.

Namun, ia selalu memegang prinsip hidup, "Do the best and let God do the rest" (lakukan yang terbaik dan biarkan Tuhan melakukan sisanya).

Pengalaman sulit tersebut justru menumbuhkan rasa empatinya untuk membantu rekan-rekan mahasiswa lain yang juga berjuang dalam studinya.

“Saya jadi sadar untuk tidak mudah menilai teman yang kesulitan dalam belajar atau skripsi,” ucapnya. 

Baca juga: Biar Bimbingan Skripsi Lancar, Ini Etika Menghubungi Dosen Pembimbing yang Benar

Setelah lulus, Rohani berencana untuk berkarier sesuai bidang ilmunya serta berbagi pengetahuan melalui media sosial dan mengajar.

Ia berpesan kepada sesama mahasiswa untuk tidak takut jatuh, asalkan berani untuk bangkit kembali.

“Tidak harus selalu tampil di mata khalayak untuk menjadi menarik, lakukan secara senyap namun maksimal, maka banyak mata akan terpikat,” ungkapnya.  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unila.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU