INDOZONE.ID – IPB University menjalin kerja sama dengan mitra dari Prancis untuk meluncurkan FortRiz, sebuah inovasi beras fortifikasi yang dirancang untuk memperbaiki kualitas gizi anak-anak di Indonesia.
Langkah yang dibangun bertujuan untuk mendukung program pemerintah, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG), guna menciptakan sumber daya manusia yang lebih tangguh.
Peluncuran FortRiz dilaksanakan di Bogor pada 12 Februari 2026, yang melibatkan berbagai lembaga internasional, termasuk French National Research Institute for Sustainable Development (IRD) dan World Food Programme (WFP).
Program tersebut hadir sebagai solusi nyata karena saat ini lebih dari 20 persen anak di Indonesia masih mengalami kekurangan zat gizi mikro yang penting bagi pertumbuhan mereka.
FortRiz menggunakan teknologi fortified rice kernel (FRK), di mana vitamin dan mineral ditambahkan ke dalam beras tanpa mengubah rasa, aroma, atau kebiasaan makan masyarakat.
Selain menyehatkan, teknologi ini juga efisien karena biaya produksinya terjangkau. Sebagai tahap awal, FortRiz melakukan uji mutu, uji rasa, dan studi penerimaan agar produk efektif, aman, dan diterima secara budaya.
Sebanyak 2.400 siswa di empat wilayah akan mulai mengonsumsi beras ini dalam uji coba implementasi.
Baca juga: Angkat Kearifan Lokal, Mahasiswa Komunikasi UNPAS Gelar Festival Komunikasi Budaya 2026
Wakil Rektor IPB University, Prof. Iskandar Z. Siregar, menjelaskan bahwa kolaborasi lintas negara sangat penting untuk mengisi celah pengetahuan tentang nutrisi dalam kebijakan publik.
“Kerja sama pemerintah Prancis dan Indonesia melalui IPB University, khususnya di bawah LRI-PGKH merupakan inisiatif yang sangat baik. Program ini dapat mengisi berbagai kesenjangan pengetahuan nutrisi yang dihubungkan dengan program MBG,” paparnya.
Sementara itu, Prof Erika B Laconi selaku Kepala LRI-PGKH IPB University menilai program yang dilaksanakan sangat strategis untuk penguatan riset pangan dan kesehatan.
Selain menyasar anak sekolah, FortRiz diharapkan dapat membantu kelompok rentan lainnya, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, agar terhindar dari masalah kekurangan gizi sejak dini.
Baca juga: Mau Masuk Sekolah Garuda? Simak Syarat, Jadwal, dan Manfaatnya
“Ibu hamil, ibu menyusui, dan anak di bawah lima tahun rentan defisiensi mikronutrien. Fortifikasi beras adalah langkah penting, dan MBG dapat menjadi platform strategis untuk integrasinya,” tegas Mr Jules Irman, Konselor Kerja Sama Kedutaan Besar Prancis di Indonesia.
Tak hanya soal kesehatan, FortRiz juga memberdayakan aspek sosial ekonomi lewat pelatihan bagi tenaga dapur sekolah yang mayoritasnya adalah perempuan.
Program tersebut berfokus pada praktik keamanan pangan dan cara mengolah beras fortifikasi dengan benar.
Melalui visi menuju Indonesia Emas 2045, FortRiz menjadi simbol kuat kemitraan riset antara Indonesia dan Prancis yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ipb.ac.id