Senin, 16 FEBRUARI 2026 • 19:20 WIB

Daftar Jurusan Kuliah dengan Tingkat Pengangguran Tinggi di Indonesia, Calon Mahasiswa Wajib Tahu!

Author

Ilustrasi mahasiswa Jurusan Sastra dan Bahasa (freepik)

INDOZONE.ID - Memilih jurusan kuliah bukan hanya soal minat, tapi juga soal peluang karier di masa depan. Sayangnya, beberapa jurusan di Indonesia ternyata menghadapi tantangan besar dalam hal penyerapan tenaga kerja, sehingga lulusan kerap kesulitan menemukan pekerjaan yang sesuai dengan bidang studinya.

Dari Jurusan Sejarah hingga Sosiologi, masing-masing jurusan memiliki tantangan dan peluang tersendiri, sekaligus membuka berbagai jalan alternatif bagi mereka yang kreatif dan mau beradaptasi dengan perkembangan dunia kerja.

Jurusan Sejarah

Dilansir dari Hotcourse Indonesia, jurusan ini mencetak tingkat pengangguran sekitar 50,7%.

Banyak lulusan Sejarah yang merasa sulit menemukan pekerjaan yang benar-benar sesuai dengan bidang studinya, karena di Indonesia lowongan khusus untuk sejarah memang tidak banyak.

Beberapa lulusan Sejarah memilih mamanfaatkan keahlian mereka sebagai guru, penulis konten, atau pemandu museum. 

Ada juga yang mencoba menghidupkan kembali sejarah lewat media sosial atau podcast, sehingga meski lapangan kerja formal terbatas, kesempatan peluang tetap ada bagi mereka yang kreatif danmau mencoba hal baru.

Baca juga: 8 Jurusan Kuliah yang Dianggap Paling Santai dan Mudah, Kamu Pilih yang Mana?

Jurusan Sastra Asing

Jurusan sastra asing memiliki tantangan tersendiri, yakni tidak semua perusahaan tahu bagaimana memanfaatkan lulusan sastra asing.

Meski begitu, kemampuan bahasa dan analisis budaya yang mereka miliki bisa jadi nilai tambah aoabila diarahkan dengan tepat.

Banyak lulusan Sastra yang akhirnya merambah dunia penerjemahan, content writing, digital marketing, bahkan bekerja di bidang hubungan internasional.

Dengan sedikit kreativitas dan keberanian mencoba hal baru, lulusan sastra asing tetap bisa menemukan jalannya, meski tidak selalu sesuai dengan ekspektasi awal saat kuliah.

Jurusan Radio dan Film

Berdasarkan survei dari Hotcourse Indonesia, jurusan ini memiliki tingkat pengangguran mencapai 52,6%.

Selain itu jurusan produksi media seperti televisi, radio, dan film juga menghadapi tantangan yang cukup besar, seperti pergeseran media dari televisi ke internet dan platform media sosial, membuat beberapa lulusan kesulitan mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidang.

Namun, bagi mereka yang mau belajar menguasai editing video, manajemen konten digital, atau produksi konten untuk YouTube dan TikTok, peluang besar akan terbuka lebar.

Jurusan Peternakan

Meski sektor pertanian di Indonesia luas, lulusan Peternakan sering kesulitan menemukan pekerjaan yang sesuai latar belakang pendidikan. 

Banyak yang harus bersaing dan bekerja di daerah terpencil. Tidak sedikit pula yang akhirnya memilih wirausaha, seperti membuka usaha ternak mandiri, atau mencoba inovasi di bidang peternakan.

Kesuksesan di jurusan ini lebih ditentukan oleh kreativitas, keberanian mengambil risiko, dan kemampuan menyesuaikan diri daripada sekadar mengandalkan ijazah semata.

Baca juga: Selesai Sidang Skripsi? Ini 4 Langkah Penting Agar Kelulusan dan Yudisium Berjalan Lancar

Jurusan Seni Rupa

Banyak lulusan Seni Rupa beralih ke ilustrasi digital, desain grafis, bahkan membuka studio sendiri.

Keberhasilan di bidang ini lebih ditentukan kemampuan memasarkan karya, membangun jaringan, dan konsistensi berkarya daripada hanya mengandalkan bakat seni.

Jadi, kreativitas dan strategi adalah kunci utama untuk bertahan di dunia seni.

Jurusan Pariwisata

Meski Indonesia kaya dengan destinasi menarik, pekerjaan tetap di industri ini sulit didapat karena persaingan yang ketat dan dunia industri yang terus berubah tiap waktu. 

Lulusan Pariwisata yang berhasil biasanya menguasai berbagai bahasa asing dan memanfaatkaatkan teknologi digital. 

Banyak juga yang bekerja sebagai pemandu wisata, travel agent, event organizer, atau bahkan membuka usaha sendiri.

Jurusan Sosiologi

Sosiologi mengajarkan kita memahami masyarakat, tapi kenyataannya banyak lulusan yang kesulitan menemukan pekerjaan sesuai bidangnya.

Tingginya jumlah lulusan Sosiologi melebihi kebutuhan pasar yang tersedia, sehingga persaingan pun meningkat drastis. Namun, ilmu ini tetap berguna untuk pekerjaan di bidang riset, NGO, HR, atau marketing.

Lulusan yang bisa memadukan kemampuan sosiologi dengan skill tambahan seperti analisis data atau komunikasi biasanya lebih mudah menonjol dan membangun karier yang baik.

Baca juga: UMKM Mimide Unpad Sabet Juara Nasional Lewat Inovasi dan Kolaborasi Pemanfaatan Buah Mangga Indramayu

Faktor Penyebab Banyak Lulusan yang Menganggur

Tingginya angka pengangguran pada beberapa jurusan tidak terjadi tanpa alasan. Salah satu faktor utamanya adalah ketidakseimbangan antara jumlah lulusan dengan kebutuhan pasar kerja yang tersedia.

Selain itu, perkembangan industri yang bergerak cepat juga membuat sebagian kompetensi yang diajarkan di bangku kuliah tidak selalu selaras dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

Kurangnya keterampilan tambahan seperti kemampuan digital, komunikasi, atau pengalaman juga menjadi tantangan tersendiri bagi lulusan baru.

Di sisi lain, keterbatasan lapangan kerja khusus pada bidang tertentu membuat banyak lulusan harus bersaing lebih ketat atau beralih ke sektor lain di luar bidang studinya.

Tips Memilih Jurusan yang Tepat

  • Riset kebutuhan pasar kerja
  • Pertimbangkan minat dan kemampuan diri
  • Cari informasi prospek lulusan
  • Perhatikan perkembangan industri
  • Pilih jurusan dengan skill fleksibel
  • Manfaatkan pengalaman tambahan seperti magang
     

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Masuk-ptn.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU