Minggu, 22 FEBRUARI 2026 • 15:40 WIB

Prestasi Membanggakan! Mahasiswa Universitas Jember Jadi Duta Kesehatan Jawa Timur 2026

Author

Nur Laily Rokhmah, peraih gelar Duta Kesehatan Masyarakat Jawa Timur 2026. (unej.ac.id)

INDOZONE.ID - Nur Laily Rokhmah, mahasiswa Program D3 Keperawatan di Universitas Jember (UNEJ), berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar Duta Kesehatan Masyarakat Jawa Timur 2026.

Kompetisi tersebut digelar oleh Ikatan Duta Kesehatan Jawa Timur sebagai ajang pengembangan generasi muda di bidang kesehatan masyarakat.

Rangkaian kegiatan seleksi berlangsung sejak Januari hingga Februari 2026 dan diikuti sekitar 90 peserta berusia 18 hingga 27 tahun yang berdomisili di wilayah Jawa Timur. Peserta berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dan profesi, sehingga persaingan berlangsung cukup ketat.

Setelah melewati tahap seleksi administrasi, panitia menetapkan 19 peserta terbaik untuk melanjutkan ke tahap karantina, termasuk Nur Laily Rokhmah.

Pada tahap ini, para finalis menjalani sejumlah penilaian dari dewan juri untuk mengukur kemampuan dan kompetensi mereka, di antaranya sesi opening speech serta penyampaian isu tantangan (challenge issue).

Dalam sesi opening speech dan penyampaian isu tantangan, ia mengusung gagasan bertajuk Kerja Sehat Dekat, yakni program edukasi kesehatan yang menekankan pendekatan lebih personal dan sosial kepada masyarakat.

Baca juga: 7 Cara Lulus Kuliah Tepat Waktu, Mahasiswa Baru Harus Tau!

Konsep ini melibatkan peran keluarga serta tokoh masyarakat setempat agar penyampaian informasi kesehatan terasa lebih dekat dan tidak terkesan menggurui. Selain itu, pada tahap penilaian bakat secara daring, ia menampilkan video berisi cuplikan pengalaman berpidato serta perannya sebagai Master of Ceremony (MC) di berbagai kegiatan.

Menjelang masa karantina, ia sempat beranggapan bahwa para peserta lain yang terlibat berasal dari latar belakang bidang kesehatan. Namun, kenyataannya peserta datang dari beragam jurusan dengan wawasan yang luas dan perspektif yang berbeda.

Alih-alih merasa minder, kondisi tersebut justru memotivasi dirinya untuk tampil lebih maksimal dan meningkatkan semangat dalam mengikuti ajang tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa peran mahasiswa di bidang kesehatan tidak hanya sebatas mempelajari teori atau ilmu di bangku kuliah. Lebih dari itu, terdapat tanggung jawab sosial untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat melalui edukasi dan pelayanan kesehatan.

Prinsip inilah yang menjadi dorongan utama baginya untuk berpartisipasi dan memberikan kontribusi nyata melalui ajang yang diikutinya.

Saya ingin menjadi bagian dari generasi muda yang tidak hanya paham kesehatan. Namun juga mampu menyampaikan edukasi kesehatan dengan cara yang mudah dipahami masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Mahasiswa ITB Raih Juara Nasional INKOMPASS Innovation Challenge 2025

Ia mengaku sempat diliputi rasa tidak percaya diri selama mengikuti ajang tersebut. Meski begitu, perasaan tersebut tidak membuatnya mundur. Ia justru tetap percaya diri dan berani menunjukkan kemampuan terbaiknya di tengah persaingan.

Sejujurnya, kendala selama mengikuti lomba ini adalah melawan rasa takut dalam diri sendiri. Saya sempat kurang percaya diri, karena merasa pengalaman yang dimiliki belum sebanyak peserta lain. Ada moment ketika saya ragu dan mulai mempertanyakan kemampuan diri. Selain itu, kendala seperti rasa cemas, tekanan dan overthinking sempat muncul. Terutama saat menghadapi penilaian dan ekspektasi. Namun, saya memilih untuk tidak berhenti. Keberanian bukan berarti tidak takut, tetapi tetap melangkah walaupun takut,” tambanya.

Ia pun membagikan pesan inspiratif bagi mahasiswa agar terus berusaha meraih tujuan tanpa takut menghadapi kegagalan. Menurutnya, semangat, kerja keras, dan ikhtiar menjadi kunci untuk mencapai keberhasilan.

Pesan saya jangan pernah takut gagal selagi kita melangkah ke tujuan yang benar. Terus semangat, usaha dan ikhtiar,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unej.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU