Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 12:00 WIB

Skripsi, Tesis, dan Disertasi: Apa Bedanya dan Mengapa Penting Dipahami Mahasiswa?

Author

Ilustrasi mahasiswa mengerjakan skripsi (Freepik)

INDOZONE.ID - Dalam pendidikan perguruan tinggi, mahasiswa akan menghadapi tugas akhir, seperti skripsi, tesis, atau disertasi sebagai syarat kelulusan.

Meskipun sama-sama karya ilmiah, ketiganya berbeda dalam tingkat pendidikan, kedalaman penelitian, dan kontribusi ilmiah, sehingga penting bagi mahasiswa untuk memahami perbedaannya sesuai dengan jenjang studinya.

Perbedaan Skripsi, Tesis, dan Disertasi

Baca juga: Mahasiswa UGM Raih Penghargaan Internasional Berkat Inovasi AI Pendeteksi Bahan Kimia pada Makanan

1. Skripsi (S1) 

Skripsi merupakan karya ilmiah yang wajib disusun oleh mahasiswa program Sarjana (S1) sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar akademik.

Penulisan skripsi bertujuan untuk melatih mahasiswa dalam menerapkan teori dan pengetahuan yang telah dipelajari selama masa perkuliahan ke dalam penyelesaian suatu permasalahan yang spesifik dan relevan dengan bidang studinya.

Kedalaman penelitian: Bersifat aplikatif dan eksploratif, dengan fokus pada penerapan metode penelitian dasar untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan penelitian yang relatif sederhana dan tidak terlalu kompleks.

Kompleksitas metodologi: Menggunakan metode penelitian standar atau sederhana yang telah diajarkan, baik kualitatif maupun kuantitatif, dengan cakupan yang terbatas.

Struktur penulisan: Struktur standar (Pendahuluan - Tinjauan Pustaka - Metode - Hasil - Penutup). Halaman relatif lebih sedikit (sekitar 10.000–20.000 kata atau <100 halaman).

Standar Orisinalitas: Menekankan kemampuan mahasiswa dalam memahami dan menerapkan pengetahuan serta metode yang telah dipelajari selama perkuliahan.

Tantangan dalam menulis skripsi adalah kesulitan menentukan topik, mencari referensi, mengelola waktu, melakukan penelitian dan analisis data, menjaga motivasi, hingga berkomunikasi dengan dosen pembimbing. 

Baca juga: Jangan Panik! Ini 5 Tips Hadapi Dospem Killer, Skripsi Tetap Lancar Tanpa Drama

 2. Tesis (S2) 

Tesis merupakan karya ilmiah yang wajib disusun oleh mahasiswa program Magister (S2) sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar akademik.

Dibandingkan skripsi, tesis memiliki tingkat kedalaman analisis dan kompleksitas yang lebih tinggi.

Penulisan tesis bertujuan untuk menguji mahasiswa dalam melakukan penelitian yang mendalam dan sistematis, menyusun argumen kuat berdasarkan kajian ilmiah, menghasilkan gagasan, kontribusi, atau temuan baru dalam bidang ilmu tertentu, meskipun masih dalam lingkup yang terbatas.

Kedalaman penelitian: Bersifat lebih komprehensif dan mendalam karena melibatkan kajian literatur lebih luas, analisis teoritis lebih kompleks, serta penggunaan metodologi penelitian yang lebih sistematis dan mendalam.

Kompleksitas metodologi: Menggunakan metodologi penelitian yang lebih ketat, bisa melibatkan kombinasi metode, analisis statistik tingkat lanjut, atau pendekatan kualitatif yang lebih mendalam.

Struktur penulisan: Struktur lebih kompleks, bagian tinjauan pustaka lebih tebal. Umumnya lebih tebal dari skripsi (sekitar 20.000–30.000 kata).

Standar Orisinalitas: Mampu memberikan ide, argumen, atau temuan baru yang dapat memperkaya ilmu pengetahuan, meskipun belum sampai pada tahap menghasilkan teori baru.

Tantangan dalam membuat tesis meliputi kesulitan menentukan topik, mencari referensi, melakukan penelitian dan analisis data yang lebih mendalam, serta menjaga waktu dan motivasi hingga tesis selesai.

Baca juga: Kisah Sauqi Sawa Bikalawan Jadi Lulusan Terbaik Unesa yang Lulus S2 Tanpa Tesis

 3. Disertasi (S3) 

Disertasi merupakan karya ilmiah tertinggi dalam jenjang pendidikan formal yang wajib disusun oleh mahasiswa program Doktor (S3).

Disertasi menuntut penelitian yang sangat mendalam serta kontribusi orisinal yang signifikan bagi bidang ilmu pengetahuan.

Mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan pengetahuan baru, menciptakan teori, atau menawarkan solusi inovatif terhadap permasalahan yang kompleks dan belum terpecahkan.

Kedalaman penelitian: Bersifat sangat mendalam, sistematis, dan komprehensif. Mencakup kajian literatur sangat luas, pembahasan masalah orisinal, serta penggunaan metodologi penelitian yang inovatif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kompleksitas metodologi: Menggunakan metodologi penelitian sangat mendalam dan kompleks, sering kali melibatkan pengembangan metode baru serta memerlukan proses pengujian dan validasi yang ketat. 

Baca juga: Mahasiswa BBK 7 UNAIR Perkenalkan Metode Sederhana Urai Sampah Organik Melalui Budidaya Maggot BSF di Karangdoro

Struktur penulisan: Struktur paling kompleks, analisis sangat mendalam, dan daftar pustaka sangat luas. Sangat tebal (bisa mencapai 80.000–100.000 kata).

Standar Orisinalitas: Harus menghasilkan kontribusi pengetahuan yang benar-benar baru dan signifikan, serta diharapkan dapat dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bereputasi internasional.

Tantangan dalam membuat disertasi adalah menemukan topik yang benar-benar baru, melakukan penelitian mendalam dengan metode kompleks, serta menjaga konsistensi hingga memenuhi standar ilmiah yang tinggi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Poltekbangplg.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU