Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 14:25 WIB

Tak Perlu Bingung! Ini Cara Menghitung IPK yang Tepat Beserta Contohnya

Author

Ilustrasi mahasiswa. (Freepik)

INDOZONE.ID - IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) menjadi tolok ukur utama pencapaian akademik mahasiswa selama kuliah. Nilai ini dihitung dari gabungan seluruh nilai mata kuliah berdasarkan bobot nilai dan jumlah SKS yang ditempuh.

Cara menghitung IPK cukup mudah, yaitu dengan memahami konversi nilai huruf ke angka mutu, menjumlahkan bobot nilai, lalu membaginya dengan total SKS.

Berikut rumus untuk menghitung IPK agar tidak keliru.

Baca juga: Kisah Inspiratif Tita: Dari Penerima KIP-K hingga Jadi Mahasiswa Berprestasi UNY

Rumus Perhitungan IPK

1. Hitung Total Nilai Mata Kuliah

Catat seluruh mata kuliah yang diambil dalam satu semester atau tahun akademik, lalu jumlahkan nilai akhirnya.

Nilai biasanya berbentuk huruf (A, B, C, dan seterusnya) yang telah dikonversi menjadi angka sesuai ketentuan kampus.

2. Jumlahkan Total SKS

Selanjutnya, hitung jumlah SKS dari setiap mata kuliah. SKS menunjukkan bobot tiap mata kuliah terhadap total beban studi yang kamu jalani.

3. Gunakan Rumus IPK

Setelah total nilai dan total SKS diketahui, gunakan rumus berikut:

IPK = Total Nilai ÷ Total SKS

Hasil perhitungan inilah yang menjadi IPK sebagai indikator pencapaian akademik mu.

Baca juga: Skripsi, Tesis, dan Disertasi: Apa Bedanya dan Mengapa Penting Dipahami Mahasiswa?

Konversi Nilai Huruf ke Angka Mutu

Di perguruan tinggi, nilai akhir mahasiswa umumnya tidak ditulis dalam skala 0–100 pada transkrip akademik.

Nilai tersebut biasanya diubah menjadi huruf mutu yang memiliki bobot angka tertentu sebagai dasar perhitungan IPK.

Meski sistem konversi di setiap kampus bisa sedikit berbeda, umumnya perguruan tinggi di Indonesia menerapkan standar penilaian yang hampir sama.

Berikut ketentuan konversi nilai yang umum digunakan.

  • A = Bobot 4,0 (Sangat Baik)
  • B = Bobot 3,0 (Baik)
  • C = Bobot 2,0 (Cukup)
  • D = Bobot 1,0 (Kurang)
  • E = Bobot 0,0 (Gagal)

Baca juga: Siapa Bilang Gap Year Berisiko? Simak 4 Manfaat dan Rekomendasi Kegiatan Positifnya untuk Pengembangan Diri

Contoh Simulasi Perhitungan Sederhana

Mata Kuliah Nilai Huruf Bobot Nilai SKS Bobot x SKS
Bahasa Indonesia A 4,0 3 12
Matematika B 3,0 3 9
Ekonomi A 4,0 2 8
Statistik C 2,0 2 4

Langkah Perhitungan

1. Jumlahkan total bobot nilai × SKS

12 + 9 + 8 + 4 = 33

2. Jumlahkan total SKS

3 + 3 + 2 + 2 = 10 SKS

3. Hitung IPK

IPK = Total Bobot Nilai ÷ Total SKS
IPK = 33 ÷ 10 = 3,30

Hasilnya

IPK mahasiswa tersebut adalah 3,30 dengan kategori sangat memuaskan.

Perbedaan IP dan IPK 

1. Rentang Waktu Penilaian

IP (Indeks Prestasi) dihitung dari nilai satu semester tertentu, sedangkan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) mencakup seluruh nilai sejak awal hingga akhir masa studi.

2. Gambaran Pencapaian Akademik

IP menunjukkan performa akademik jangka pendek (per semester), sementara IPK mencerminkan pencapaian akademik secara keseluruhan selama kuliah.

3. Proses Perhitungan

Perhitungan IP lebih sederhana karena hanya melibatkan mata kuliah selama semester berjalan.

IPK lebih kompleks karena mengakumulasi semua nilai mata kuliah yang telah ditempuh.

4. Fungsi dan penggunaan

IP biasanya digunakan untuk evaluasi akademik tiap semester, sedangkan IPK sering menjadi acuan utama untuk beasiswa, kelulusan, seleksi kerja, atau melanjutkan studi.

Baca juga: 5 Tips Membuat CV untuk Fresh Graduate Tanpa Pengalaman, Peluang Keterima Kerja Auto Naik!

Apakah IPK Mempengaruhi Kelulusan, Beasiswa, dan Peluang Kerja?

IPK berpengaruh terhadap kelulusan, peluang mendapatkan beasiswa, hingga kesempatan kerja, tetapi bukan satu-satunya penentu keberhasilan.

Dalam dunia akademik, IPK menjadi indikator utama untuk menilai pencapaian belajar mahasiswa sekaligus menentukan status dan predikat kelulusan sesuai standar yang ditetapkan.

Selain itu, IPK juga kerap dijadikan syarat utama dalam seleksi beasiswa karena dianggap representasi dari prestasi akademik.

Di dunia kerja, banyak perusahaan menggunakan IPK sebagai kriteria awal pada tahap seleksi administrasi, sehingga IPK yang tinggi dapat meningkatkan peluang diterima.

Meski demikian, IPK tidak menjamin kesuksesan begitu saja.

Fakta di lapangan, pengalaman organisasi, magang, keterampilan yang relevan, serta kemampuan komunikasi dan kepemimpinan juga menjadi faktor penting yang turut menentukan peluang terbukanya pintu kesuksesan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan, LSPR, Aku Pintar

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU