INDOZONE.ID - Pernah merasa dunia seperti runtuh saat melihat hasil ujian tidak sesuai harapan? Tenang, kamu nggak sendirian. Rasa kecewa setelah gagal ujian memang wajar dan hampir semua orang pernah mengalaminya.
Menariknya, perasaan sedih karena gagal ujian ternyata punya tahapan emosional yang biasanya dilewati seseorang. Mulai dari menolak kenyataan, merasa marah, hingga akhirnya bisa menerima kondisi tersebut atau kerap dikenal sebagai istilah 5 Stages of Grief.
Memahami proses ini penting supaya kamu tidak larut terlalu lama dalam kekecewaan saat mengalami ujian yang gagal. Dengan mengenali setiap fase, kamu bisa mengelola emosi dengan lebih sehat dan menemukan cara untuk bangkit kembali dengan cara yang positif.
5 Tahap Kesedihan Setelah Gagal Ujian
Baca juga: Mau Kuliah di UII Yogyakarta? Ini 6 Jurusan Paling Diminati dan Prospek Kerjanya
1. Penolakan (Denial)
Saat pertama kali melihat hasil ujian yang tidak sesuai harapan, reaksi yang sering muncul pertama adalah menolak kenyataan.
Kamu akan merasa sulit percaya dengan hasil ujian yang didapat, apalagi jika sebelumnya sudah belajar tekun dan menaruh ekspektasi tinggi.
Fase ini sebenarnya wajar kamu rasai karena menjadi respon alami tubuh untuk melindungi diri dari rasa kecewa yang teramat berat.
Untuk membantu melewati tahap ini, kamu bisa mulai berbagi cerita dengan orang terdekat agar perasaan mu itu tidak dipendam sendiri dan pikiran dapat menjadi lebih tenang.
2. Kemarahan (Anger)
Setelah kamu mulai memahami situasi, perasaan marah dan frustrasi biasanya akan muncul.
Emosi ini juga normal sebagai bagian dari proses menerima kegagalan yang kamu dapatkan. Namun, penting untuk mengelola kemarahan dengan cara yang sehat, misalnya dengan berolahraga, melakukan kegiatan produktif, atau mencari tahu penyebab utama rasa kesal itu agar emosi tidak terus berlarut.
Baca juga: Mau Kuliah di UII Yogyakarta? Ini 6 Jurusan Paling Diminati dan Prospek Kerjanya
3. Berandai-andai (Bargaining)
Di tahap ini, pikiran sering dihantui oleh penyesalan dan pengandaian.
Kamu bisa saja berpikir, “Seandainya dulu belajar lebih serius” atau “Kalau saja bisa mengulang waktu, aku akan memberikan yang terbaik.”
Fokus pada hal-hal yang tidak bisa diubah justru membuat kamu sulit move on dari kegagalan. Karena itu, cobalah mengalihkan pikiran dengan aktivitas yang menenangkan seperti menulis jurnal atau meditasi.
4. Kesedihan Mendalam (Depression)
Setelah melewati berbagai emosi sebelumnya, kamu akan masuk ke babak putus asa dan kehilangan motivasi.
Rasa sedih bisa membuatmu menarik diri dari lingkungan sekitar dan mulai meragukan kemampuan diri sendiri.
5. Penerimaan (Acceptance)
Seiring waktu, kamu akan mulai memahami bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya.
Pada tahap ini, kamu mampu menerima kenyataan dengan lebih tenang, meski rasa sedih masih bersisa sedikit.
Kamu mulai melihat pengalaman mendapatkan nilai ujian buruk kemarin sebagai sebuah pembelajaran.
Fase penerimaan ini dapat membantu kamu bangkit dan menyusun rencana yang lebih baik lagi di waktu yang akan mendatang.
Tips Agar Tidak Larut dalam Kesedihan
Baca juga: Mahasiswa Keperawatan USK Luncurkan SIGAP MPASI, Solusi Praktis untuk Edukasi Gizi Anak
1. Beri Waktu untuk Memahami Perasaan
Saat perasaan negatif muncul, jangan langsung menolaknya. Cobalah berhenti sejenak dan kenali apa yang sebenarnya kamu rasakan, apakah sedih, kecewa, marah, atau menyesal.
Dengan memahami emosi tersebut, kamu bisa menerima kondisi dengan lebih lapang dan tidak terjebak dalam tekanan batin yang berlebihan.
2. Cerita dengan Orang Tepercaya
Berbagi cerita dengan keluarga atau teman dekat juga bisa membantu meringankan beban pikiran mu. Dukungan dari orang terdekat membuatmu merasa tidak sendirian dalam menghadapi kegagalan.
Baca juga: 5 Alasan Mengapa Mahasiswa Perlu Menguasai Bahasa Asing!
3. Fokus pada Peluang dan Alternatif Baru
Gagal ujian memang mengecewakan, tetapi bukan berarti semua jalan mu tertutup rapat tanpa celah.
Kamu masih memiliki banyak kesempatan untuk mencoba kembali atau mencari pilihan lain yang sesuai dengan minatmu.
Dengan mengalihkan fokus pada kesempatan baru, kamu bisa melihat kegagalan sebagai pengalaman berharga yang membuka kesempatan untuk berkembang menjadi orang yang lebih baik lagi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Smb.telkomuniversity.ac.id