INDOZONE.ID - Sekilas, pengeluaran selama Ramadhan terlihat lebih hemat karena tidak ada biaya makan siang. Padahal kenyataannya, kebutuhan justru bisa bertambah.
Mulai dari menu berbuka, ajakan buka bersama (bukber), hingga godaan takjil, dan promo diskon yang bertebaran. Jika tidak dikelola dengan baik, keuangan bisa membengkak tanpa terasa.
Agar hemat dan kondisi finansial tetap aman hingga akhir bulan, berikut delapan cara yang bisa kamu terapkan.
8 Tips Supaya Keuangan Mahasiswa Tidak Membengkak di Bulan Ramadhan
Baca juga: Jelajah Rasa di Unila: Destinasi Favorit Berburu Takjil Selama Sebulan Penuh Ramadhan
1. Alokasikan Dana Sejak Awal
Langkah paling penting adalah membuat perencanaan keuangan sejak awal Ramadhan. Tentukan anggaran khusus untuk kebutuhan berbuka, sahur, makan malam, dan kebutuhan lainnya.
Hindari membeli makanan secara berlebihan hanya karena lapar mata. Dengan perencanaan matang, kamu bisa mengontrol pengeluaran agar tidak melewati batas.
2. Manfaatkan Takjil Gratis
Ramadhan identik dengan berbagi. Biasanya, banyak masjid, komunitas, atau individu yang membagikan takjil gratis.
Tidak ada salahnya memanfaatkan kesempatan ini sebagai bentuk rezeki di bulan suci. Selain menghemat, kamu juga bisa merasakan kebersamaan dengan masyarakat sekitar.
3. Jangan Kalap Membeli Takjil
Jika tidak mendapatkan takjil gratis, membeli takjil tentunya menjadi pilihan. Akan tetapi, jangan sampai kalap karena semua terlihat menggoda.
Batasi jajan di luar, misalnya maksimal tiga kali seminggu. Pilih menu yang benar-benar kamu butuhkan dan dapat membuat perut kenyang, bukan sekadar karena ingin mencoba semuanya.
Baca juga: Jelajah Rasa di Unila: Destinasi Favorit Berburu Takjil Selama Sebulan Penuh Ramadhan
4. Masak Makanan Sendiri
Memasak sendiri adalah cara paling efektif untuk menekan pengeluaran. Selain lebih hemat, kamu juga bisa mengatur porsi dan memilih menu yang sehat serta mengenyangkan.
Dengan begitu, kamu bisa memperkirakan biaya yang keluar selama sebulan dan meminimalkan makanan terbuang.
5. Kurangi Ngabuburit
Ngabuburit bersama teman memang menyenangkan. Akan tetapi, jika dilakukan hampir setiap hari, pengeluaranmu bisa membengkak.
Cobalah untuk membatasi kegiatan ini, misalnya tidak lebih dari satu atau dua kali seminggu. Sesekali berbuka di kos dengan menu yang sederhana juga tidak kalah nyaman.
6. Hindari Belanja yang Tidak Perlu
Diskon dan promo saat Ramadhan bisa membuat kita kalap membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Sebelum membeli, pikirkanlah apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau tidak.
Prioritaskan kebutuhan pokok terlebih dahulu, lalu gunakan sisa uang untuk hal lain jika memang memungkinkan.
Baca juga: Mengenal 4 Jenis Binder Sesuai Selera dan Kebutuhan Mahasiswa
7. Belanja Kebutuhan Pokok Sekaligus
Membeli kebutuhan pokok untuk satu bulan sekaligus bisa lebih hemat dibandingkan belanja harian.
Selain menghemat waktu dan ongkos, kamu juga bisa menghindari risiko kenaikan harga bahan pokok yang sering terjadi saat Ramadan. Buatlah daftar belanja agar lebih terkontrol dan tidak impulsif.
8. Berani Menolak Ajakan Bukber
Ajakan bukber hampir selalu datang selama Ramadhan. Mengikuti sesekali tentu baik untuk menjaga silaturahmi.
Namun, jika kondisi keuangan tidak memungkinkan, jangan ragu untuk menolak dengan sopan. Kamu bisa mengusulkan tempat yang lebih terjangkau atau konsep potluck agar lebih hemat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Cakrawala.ac.id