Jumat, 06 MARET 2026 • 22:53 WIB

Saat Jurnalis Diajak Pause dari Rutinitas dan Ngobrolin Mental Health

Author

Jurnalis memiliki peran strategis. Bukan sekadar menyampaikan berita, jurnalis juga berperan menjaga akurasi informasi serta membentuk perspektif publik, termasuk dalam sektor pendidikan. (Dok. UPH)

INDOZONE.ID - Jurnalis memiliki peran strategis. Bukan sekadar menyampaikan berita, jurnalis juga berperan menjaga akurasi informasi serta membentuk perspektif publik, termasuk dalam sektor pendidikan.

Menyadari pentingnya kemitraan strategis tersebut, Universitas Pelita Harapan (UPH) menggelar Media Gathering 2026 di Hotel Pullman Central Park, Jakarta Barat, pada Jumat, 6 Maret 2026.

Mengusung tema “Merawat Kebersyukuran melalui Seni dan Jurnalisme yang Berdampak”, kegiatan ini dihadiri oleh jurnalis, redaktur, serta tim kerja sama dari lebih dari 25 media nasional tier 1. Acara ini menjadi ruang silaturahmi yang hangat sekaligus momentum untuk mempererat dan memperkuat kemitraan strategis antara UPH dan media massa.

Melalui workshop interaktif yang dipandu oleh tim Program Studi (Prodi) Psikologi UPH, para peserta diajak sejenak berhenti dari padatnya rutinitas peliputan untuk merefleksikan makna kebersyukuran serta pemaafan terhadap diri sendiri.

Sesi ini menekankan pentingnya memberikan apresiasi kepada diri sendiri sebagai cara menjaga kesejahteraan emosional di tengah tuntutan profesi yang dinamis.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama dalam suasana hangat. Pada kesempatan tersebut,

UPH juga memberikan apresiasi kepada lima jurnalis dengan jumlah publikasi UPH terbanyak sebagai bentuk penghargaan atas komitmen mitra media dalam mendukung kontribusi UPH bagi pendidikan Indonesia.

Dalam sambutannya, Andry M. Panjaitan, selaku Associate Vice President of Student Development, Alumni and Corporate Relations UPH, menyampaikan apresiasi atas peran media dalam mempublikasikan berbagai kegiatan dan capaian universitas.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada rekan-rekan media yang selama ini telah membantu menyuarakan berbagai inisiatif dan pencapaian UPH. Narasi yang kita bangun bersama telah memperluas dampak UPH, bukan hanya sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai komunitas pembelajar yang membentuk lulusan yang kompeten, berintegritas, dan memiliki hati untuk melayani,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar agenda formalitas, melainkan perjumpaan dua dunia yang sama-sama berperan dalam membentuk masa depan. Dunia kampus, menurutnya, membentuk pemikiran dan karakter generasi muda. Sementara itu, dunia media membentuk percakapan publik serta kesadaran kolektif masyarakat.

Menutup sambutannya, Dr. Andry mengajak seluruh pihak yang hadir untuk terus merawat semangat kebersamaan di tengah perbedaan.

“Kiranya perjumpaan malam ini menjadi pengingat bahwa di tengah perbedaan latar belakang dan peran, kita dipersatukan oleh satu tujuan: menghadirkan dampak yang baik bagi masyarakat. Semoga kolaborasi yang telah terjalin dapat semakin erat, semakin berdampak, dan semakin bermakna bagi bangsa dan negara,” ucapnya.

Mengenal Kesehatan Mental lewat Sesi Interaktif dan Reflektif

Workshop interaktif ini dipandu oleh Karel Karsten Himawan, Psikolog, selaku Ketua Program Studi Psikologi UPH, bersama Christina Claudia, dosen Program Studi Psikologi UPH, serta Audrey Asafita Permana, mahasiswi Psikologi UPH angkatan 2022.

Sesi diawali dengan pemaparan bertajuk “Merawat Kebersyukuran”. Dalam pengantar tersebut, peserta diajak menyadari bahwa pengampunan bukan sekadar melupakan luka, melainkan membuka ruang baru bagi rasa syukur.

Setelah itu, peserta mengikuti sesi eksplorasi diri menggunakan kartu “Point of You”.

Melalui kartu yang dipilih secara personal, setiap peserta diajak merefleksikan makna di balik gambar dan kata yang muncul. Proses ini membantu peserta memahami bagaimana pengalaman, luka, serta proses pengampunan dapat membentuk cara pandang terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Perjalanan refleksi dilanjutkan dengan aktivitas colouring.

Dalam kegiatan ini, peserta diajak secara perlahan mengingat dan memproses pengalaman masa lalu yang mungkin menyakitkan atau masih menyisakan beban emosional.

Usai mewarnai, peserta melanjutkan ke tahap journaling.

Melalui tulisan, mereka menata kembali cara berpikir terhadap pengalaman pengampunan yang pernah atau sedang dijalani.

Dengan menuangkan pikiran dan perasaan ke dalam kata-kata, peserta belajar melihat kembali peristiwa masa lalu dari sudut pandang yang lebih sehat dan penuh makna.

Sebagai penutup, peserta menuangkan refleksi mereka dalam bentuk drawing.

Melalui gambar, mereka mengekspresikan hal yang paling merepresentasikan rasa syukur ketika mampu mengampuni diri sendiri.

“Semoga melalui kegiatan ini, setiap kita dapat semakin terinspirasi untuk memahami makna sejati dari memaafkan dan belajar untuk selalu bersyukur dalam setiap keadaan,” ujar Karel.

Ilham Pratama Putra, jurnalis dari Medcom.id yang turut hadir sebagai peserta, menilai Media Gathering UPH 2026 tidak hanya menjadi ajang pertemuan formal, tetapi juga membuka ruang dialog yang lebih terbuka antara pihak universitas dan para jurnalis.

Melalui berbagai sesi yang disiapkan, para peserta mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi, bertukar pandangan, sekaligus memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai perkembangan UPH.

Ilham pun berharap hubungan antara media dan UPH dapat terus diperkuat di masa mendatang.

“Ke depan, kami berharap kolaborasi antara media dan UPH dapat semakin erat dan berkelanjutan, terutama dalam menyampaikan berbagai inovasi, riset, serta kontribusi UPH terhadap dunia pendidikan dan masyarakat. Media tentu memiliki peran sebagai jembatan informasi kepada publik, sehingga sinergi yang baik akan membantu menyebarkan praktik-praktik pendidikan yang inspiratif,” ujarnya.

Wakil Kepala Pusat Penerangan (Wakapuspen) TNI, Brigadir Jenderal (Brigjen) (Arh) Osmar Silalah, turut hadir dan menyampaikan pesan dalam kegiatan tersebut.

Dalam pesannya, ia menekankan bahwa TNI memiliki kedekatan yang kuat dengan dunia pendidikan, termasuk dengan kampus dan mahasiswa.

Menurutnya, kerja sama antara TNI dan perguruan tinggi selama ini telah terjalin melalui berbagai kegiatan akademik.

“Kami cukup dekat dengan kampus dan dunia pendidikan. Bersama UPH, kami juga sering memberikan kuliah umum, khususnya terkait kepemimpinan dan wawasan kebangsaan. Ini menunjukkan bahwa TNI ingin terus hadir dan dekat dengan dunia kampus serta mahasiswa,” jelasnya.

Di akhir pesannya, ia mengajak semua pihak—baik dari kalangan media, akademisi, maupun institusi negara—untuk terus bersyukur dan menjalankan peran masing-masing dengan penuh tanggung jawab.

“Kita patut bersyukur. Harapannya, melalui profesi kita masing-masing, kita semua dapat memberikan dampak yang baik bagi masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Menjelang akhir acara, Alexandra Tatgyana Suatan, selaku Head of Corporate Communications UPH, menyampaikan informasi mengenai sejumlah kegiatan unggulan UPH yang akan menjadi agenda utama universitas ke depan.

Alexandra menekankan bahwa berbagai kegiatan tersebut bukan sekadar rangkaian acara rutin, melainkan momentum strategis untuk memperluas kolaborasi dengan media sekaligus menghadirkan kegiatan yang memberi dampak lebih luas bagi masyarakat.

“Kami berharap ke depan rekan-rekan media dapat terus berjalan bersama kami, berkolaborasi untuk menyebarluaskan nilai serta dampak dari setiap kegiatan dan inisiatif yang kami hadirkan, khususnya dalam sektor pendidikan tinggi yang menginspirasi dan menjadi ruang bertumbuh,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Uph

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU