INDOZONE.ID - Penurunan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sering membuat mahasiswa merasa cemas dan kehilangan percaya diri.
Banyak mahasiswa menganggap ini karena mata kuliah yang sulit atau dosen terlalu ketat dalam memberi nilai.
Padahal, dalam banyak kasus, IPK menurun justru dipengaruhi oleh kebiasaan kecil yang sering tidak disadari oleh mahasiswa.
Berikut tujuh kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa sehingga IPK mereka menurun.
7 Kebiasaan Sepele Bikin IPK Mahasiswa Turun
Baca juga: Kisah Inspiratif Zain, Lulusan Terbaik Unesa dengan IPK 3,99 yang Tembus Jurnal Scopus
1. Menganggap Kehadiran di Kelas Tidak Penting
Sebagian mahasiswa merasa bahwa yang terpenting adalah nilai ujian, sehingga kehadiran di kelas sering dianggap tidak terlalu berpengaruh.
Padahal, banyak kampus yang memiliki bobot penilaian tersendiri untuk kehadiran, yang biasanya berkisar antara 10–15 persen.
Selain itu, saat berada di kelas, mahasiswa bisa mendapatkan penjelasan tambahan, contoh soal, atau petunjuk mengenai materi ujian yang tidak selalu tertulis di buku atau slide presentasi.
Jika sering tidak hadir, mahasiswa berisiko kehilangan pemahaman penting yang dapat membantu mereka ketika ujian.
2. Terbiasa Belajar dengan Sistem Kebut Semalam (SKS)
Belajar hanya satu malam sebelum ujian memang terkadang terasa efektif, tetapi kebiasaan tersebut sebenarnya tidak baik untuk jangka panjang.
Metode belajar seperti ini membuat informasi hanya tersimpan sementara dalam ingatan dan mudah dilupakan.
Akibatnya, ketika menghadapi ujian yang membutuhkan pemahaman materi secara mendalam, mahasiswa akan kesulitan karena tidak memiliki dasar pengetahuan yang kuat.
Belajar perlahan secara bertahap dan rutin jauh lebih efektif dibandingkan belajar secara mendadak.
3. Tidak Bisa Mengatur Waktu antara Organisasi dan Kuliah
Mengikuti organisasi kampus sangat bermanfaat untuk melatih keterampilan sosial dan kepemimpinan mahasiswa.
Namun, masalah bisa muncul ketika mahasiswa terlalu fokus pada kegiatan organisasi hingga mengabaikan kewajiban akademiknya.
Jika tidak mampu mengatur prioritas dengan baik, prestasi akademik bisa menurun. Oleh karena itu, mahasiswa perlu menyeimbangkan antara kegiatan organisasi dan tanggung jawab kuliah.
Baca juga: Anti-Mainstream! 7 Jurusan Kuliah Terlangka di Indonesia yang Prospek Kerjanya Bukan Kaleng-kaleng!
4. Tidak Memahami Silabus atau Rencana Pembelajaran
Pada awal semester, dosen biasanya memberikan silabus atau Rencana Pembelajaran Semester (RPS).
Dokumen ini berisi informasi penting mengenai materi kuliah, jadwal, serta komponen penilaian. Sayangnya, banyak mahasiswa yang tidak membaca atau memahami isi silabus tersebut.
Mereka jadi tidak mengetahui bagian mana yang memiliki bobot nilai besar, seperti tugas, kuis, atau proyek. Jika tugas dengan nilai besar dikerjakan asal-asalan, nilai akhir tentu bisa berpengaruh.
5. Menggunakan Cara Belajar Pasif
Beberapa mahasiswa merasa sudah belajar lama, tetapi nilai yang didapat tetap rendah. Hal ini bisa saja terjadi karena metode belajar yang digunakan kurang efektif.
Belajar secara pasif, seperti hanya membaca catatan atau menandai teks dengan stabilo, tidak selalu membantu memahami materi secara mendalam.
Cara belajar yang lebih efektif adalah dengan aktif memproses informasi, misalnya dengan membuat rangkuman, berdiskusi dengan teman, atau mencoba mengerjakan latihan soal.
6. Lingkungan Pertemanan Tidak Mendukung
Lingkungan pergaulan memiliki pengaruh besar terhadap kebiasaan seseorang. Jika mahasiswa sering berada di lingkungan teman yang kurang serius dalam belajar, mereka bisa ikut terbawa arus.
Sebaliknya, jika memiliki teman yang rajin dan memiliki tujuan akademik yang jelas, motivasi belajar dapat meningkat.
Penting bagi mahasiswa untuk memilih lingkungan pergaulan yang positif dan menyeleksinya sejak awal.
Baca juga: Desa Bumi Harapan Bentuk Bank Sampah, Inisiatif Mahasiswa UGM Dukung Lingkungan IKN
7. Mengabaikan Kesehatan Fisik dan Mental
Kesehatan fisik dan mental sangat mempengaruhi kemampuan belajar. Kurang tidur, pola makan yang tidak sehat, atau stres berlebihan dapat menurunkan konsentrasi dan kemampuan berpikir.
Jika kondisi tubuh dan mental tidak terjaga, mahasiswa akan lebih sulit memahami materi kuliah maupun menyelesaikan tugas.
Mahasiswa perlu menjaga pola hidup sehat dan mengelola stres untuk mempertahankan prestasi akademik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Daftarsekolah.spmb.teknokrat.ac.id