INDOZONE.ID - Bagi banyak mahasiswa, wisuda dianggap sebagai titik akhir perjuangan. Namun, di balik euforia tersebut, momen ini sebenarnya adalah pintu masuk menuju kehidupan yang lebih kompleks.
Banyak mahasiswa yang baru lulus kuliah mulai cemas menghadapi masa depan. Di fase transisi ini, muncul fase bernama post-graduation blues, yakni kondisi berupa perasaan sedih, cemas, dan kehilangan arah setelah masa kuliah telah usai.
Pendewasaan pun dimulai saat status mahasiswa berubah menjadi job seeker yang harus mandiri dalam mengambil keputusan.
Lantas, apa saja tantangan yang sering muncul setelah wisuda? Berikut rangkumannya
Baca juga: Gandeng Ibu PKK, Mahasiswa UAD Hidupkan Kembali Ekosistem Bank Sampah di Sokorojo
4 Fase Emosional Usai Menyelesaikan Bangku Perkuliahan
1. Mengakui Bahwa Wisuda Bukanlah Garis Finis
Banyak mahasiswa menganggap wisuda sebagai puncak dari seluruh perjuangan selama kuliah. Momen mengenakan toga dan menerima ijazah ini sering dianggap sebagai tanda bahwa perjalanan panjangmu di bangku kuliah akhirnya selesai.
Namun, setelah perayaan itu berlalu, banyak lulusan yang baru mulai menyadari bahwa wisuda sebenarnya bukan akhir dari segalanya, melainkan pintu masuk menuju fase kehidupan yang jauh lebih rumit.
Tidak sedikit orang merindukan suasana kampus, mulai dari jadwal kuliah hingga relasi pertemanan yang terasa lebih mengalir begitu saja.
Di sisi lain, dunia kerja memiliki tantangan yang berbeda. Proses mencari pekerjaan kerap memerlukan waktu, usaha, dan kesabaran yang tidak sedikit.
Persaingan antar pencari kerja juga semakin ketat dari tahun ke tahun. Banyak perusahaan kini mencari kandidat yang tidak hanya memiliki ijazah semata, tetapi juga pengalaman atau portofolio relevan.
2. Lingkaran Pertemanan Mulai Berubah
Selama masa kuliah, kebersamaan dengan teman-teman pasti menjadi bagian yang sangat erat dengan kehidupan sehari-hari.
Mulai dari mengerjakan tugas kelompok, makan bersama di kantin, hingga sekadar berkumpul di kosan untuk curhat. Rutinitas yang terlihat sederhana seperti itu, kerap menjadi kenangan yang paling melekat ketika masa kuliah telah usai.
Namun, setelah wisuda, hubungan pertemananmu biasanya mulai berubah. Banyak orang memilih jalannya masing-masing.
Ada yang langsung bekerja di kota lain, ada yang melanjutkan pendidikannya, dan ada pula yang fokus pada kehidupan pribadi. Perubahan ini membuat frekuensi untuk nongkrong dengan teman-teman biasanya semakin jarang.
Pada fase ini, tiap orang mulai belajar untuk menjalani kehidupan secara lebih mandiri. Tidak ada lagi momen nongkrong setiap hari seperti saat kuliah.
Baca juga: Stop Begadang! Begini Cara Cerdas Bagi Waktu Kuliah dan Magang agar Nggak Gampang Burnout
3. Mulai Merasa Insecure
Setelah lulus kuliah, media sosial sering kali menjadi sumber pemicu rasa insecure. Sebab, media sosial digunakan untuk berbagi atau bertukar momen.
Dari media sosial, kita akan tahu banyak teman-teman yang melanjutkan studi ke luar negeri, bekerja di perusahaan besar, hingga yang sudah mempunyai keluarga.
Melihat berbagai kabar tersebut terkadang membuat sebagian orang merasa tertinggal. Perasaan ragu terhadap kemampuan diri sendiri bisa muncul, terutama ketika melihat teman-teman seolah sudah melangkah sangat jauh.
Padahal, setiap orang memiliki waktu dan jalannya masing-masing. Apa yang terlihat di media sosial sering cuma bagian kecil dari kehidupan seseorang.
Di balik pencapaian yang mereka bagikan di media sosial, biasanya ada proses panjang, usaha, dan berbagai krikil yang tidak bisa kita lihat.
4. Menghadapi Penolakan Saat Mencari Kerja
Tidak semua orang yang baru diwisuda langsung mendapatkan pekerjaan. Memang, ada yang beruntung bisa langsung diterima di perusahaan impian, tetapi banyak pula yang harus menitih dari awal sebelum mendapatkan pekerjaan pertamanya.
Proses melamar pekerjaan biasanya melibatkan banyak tahapan, mulai dari mengirim lamaran, mengikuti tes seleksi, hingga wawancara dengan rekruter. Tidak jarang seseorang harus menerima penolakan berkali-kali sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan.
Selain itu, pertanyaan dari lingkungan sekitar seperti keluarga atau tetangga sering kali menambah tekanan tersendiri. Situasi ini bisa menjadi pengalaman yang cukup melelahkan secara mental bagi banyak orang.
Baca juga: 5 Alasan Mengapa Mahasiswa Perlu Memiliki Portofolio Digital di Era Modern
Tips Tetap Produktif Setelah Wisuda
1. Terus Mengembangkan Pengetahuan dan Keterampilan
Masa setelah wisuda dapat menjadi kesempatan yang tepat untuk menggali berbagai bidang yang menarik minat. Mempelajari keterampilan baru, baik melalui kursus online, membaca, maupun praktik langsung, bisa membantu seseorang menemukan potensi yang sebelumnya belum disadari.
Proses ini juga dapat menjadi cara untuk memahami kelebihan dan kekurangan diri secara lebih jelas.
2. Mencari Pengalaman Melalui Magang
Mengikuti program magang bisa menjadi langkah awal untuk mengenal dunia kerja sebenarnya. Selain memberikan pengalaman praktis, magang juga membantu memperluas jaringan profesional.
Pengalaman magang yang relevan tentu dapat menjadi nilai tambahmu ketika melamar pekerjaan di kemudian hari.
3. Mengikuti Pelatihan atau Bootcamp
Saat ini, kita bisa menemui berbagai program pelatihan intensif atau bootcamp yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan teknis maupun keterampilan interpersonal.
Program semacam ini bisa menjadi pilihan bagi kamuyang ingin memperdalam keahlian tertentu atau bahkan mencoba jalur karier yang berbeda dengan latar belakan pendidikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ciputra.ac.id