Kamis, 02 APRIL 2026 • 10:10 WIB

5 Cara Parafrase yang Benar agar Skripsi Bebas Plagiarisme, Mahasiswa Wajib Tahu!

Author

Ilustrasi mahasiswa mengerjakan tugas. (freepik)

INDOZONE.ID - Parafrase menjadi salah satu skill penting yang wajib dikuasai mahasiswa saat mengerjakan skripsi atau tugas kuliah.

Skill ini tidak hanya membantu mahasiswa untuk menghindari plagiarisme, tetapi juga melatih kemampuan memahami dan menyampaikan ulang suatu ide dengan bahasa sendiri.

Berikut beberapa cara efektif yang bisa kamu terapkan untuk memparafrase dengan tepat agar kalimat yang ingin ditulis terdengar lebih natural.

5 Strategi Ampuh Parafrase Kalimat Agar Lebih Natural

Baca juga: Jangan Sampai Salah! Kenali Perbedaan Metode Belajar Blended Learning dan Hybrid Learning

1. Perbanyak Referensi dari Berbagai Sumber

Salah satu langkah paling penting dalam memparafrase adalah jangan terlalu terpaku pada satu sumber saja. 

Kamu bisa membaca topik yang sama dari beberapa referensi yang berbeda, misalnya jurnal ilmiah, buku, hingga artikel online. Sebab, setiap penulis biasanya memiliki cara penyampaian dan sudut pandang yang berbeda.

Dengan cara ini, kamu nggak hanya sekadar menyalin ulang ide yang mereka sampaikan, namun benar-benar memahami isi materi secara keseluruhan.

Dari situ, kamu bisa mengambil inti pembahasan atau kata kuncinya, lalu mulai merangkai ulang dengan gaya bahasa sendiri.

2. Gunakan Sinonim dengan Tepat

Mengganti kata dengan sinonim merupkan teknik paling umum dalam parafrase. Misalnya, kata “penting” bisa diganti menjadi “krusial”, atau “besar” menjadi “signifikan”.

Namun, jangan asal mengganti kata begitu saja. Kamu tetap harus memastikan sinonim yang akan digunakan tetap sesuai dengan konteks agar makna kalimat nggak berubah.

Jika salah pilih kata, ide yang ingin kamu sampaikan justru bisa terdengar aneh.

Baca juga: Apa Itu Akreditasi BAN-PT? Ini Dampaknya bagi Mahasiswa dan Karier di Masa Depan

3. Ubah Susunan dan Struktur Kalimat

Selain mengganti kata, kamu juga bisa memodifikasi struktur kalimat. Misalnya, mengubah kalimat aktif menjadi pasif, atau sebaliknya.

Contoh:
Peneliti menemukan hasil baru” bisa diubah menjadi “Hasil baru ditemukan oleh peneliti.

Kamu juga bisa mengatur ulang posisi subjek, predikat, atau objek agar kalimat  menjadi berbeda. 

4. Tulis Ulang Berdasarkan Pemahaman Sendiri

Setelah membaca dan memahami materi, kamu bisa coba tutup sumber aslinya, lalu tulis ulang menggunakan kata-katamu sendiri.

Metode ini sangat membantu kamu dalam mengolah ide, bukan hanya sekadar menyalin tanpa mengetahui makna yang ide itu.

Biasanya, hasil tulisan juga akan terasa lebih natural, mengalir, dan nggak kaku. Selain itu, risiko terdeteksi plagiarisme juga jauh lebih kecil.

Baca juga: 5 Keunggulan Jalur Mandiri PTN yang Bisa Jadi Peluang untuk Masuk Kampus Impian!

5. Gunakan Tools Parafrase Seperlunya

Di era digital seperti saat ini, banyak pilihan tools parafrase yang bisa membantu proses penulisanmu secara lebih cepat.

Kamu cukup menyalin teks yang ingin diparafrase, lalu tools akan mengubahnya secara otomatis.

Meski lebih praktis, hasil dari tools ini sering kali masih kurang rapi, nggak konsisten, atau terlalu robotik.

Maka dari itu, kamu tetap harus membaca dan menulis ulang agar tulisan lebih natural.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Identitasunhas.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU