INDOZONE.ID - Dua mahasiswa magister Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada, yakni Nur Afni Rezkika dan Fiki Nimatul Jannah, berhasil membawa pulang prestasi membanggakan di kancah internasional.
Keduanya sukses meraih tiga penghargaan sekaligus dalam ajang International Student Summit (ISS) ke-2 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 14-15 Februari itu.
Tak tanggung-tanggung, mereka membawa pulang kategori Gold Medal Sub Theme Food, Best Presentation, serta 3rd Winner sekaligus.
“Beruntung, kami lolos sebagai peserta terbaik di sub theme food, dan masuk ke tahap final. Kalau untuk perjuangan terberatnya, kami harus rela membagi waktu untuk persiapan presentasi, edit poster, dan latihan sebelum lomba, sejalan dengan penelitian tesis S2,” ungkapnya.
Baca juga: Jangan Asal Bawa! Ini Barang Penting yang Harus Dibawa Mahasiswa saat KKN
Setelah dinyatakan lolos sebagai finalis, mereka harus melanjutkan kompetisi secara langsung di Malaysia selama dua hari.
Dalam ajang tersebut, Afni dan tim mengusung inovasi di bidang pangan berupa intelligent biopackaging berbasis limbah kulit buah naga yang terintegrasi dengan aplikasi bernama MeatSafe.
Inovasi ini diwujudkan dalam bentuk stiker pintar yang mampu mendeteksi kualitas daging ayam secara langsung.
Menurutnya, stiker tersebut memanfaatkan pigmen alami yang terdapat pada kulit buah naga. Senyawa ini memiliki sensitivitas terhadap perubahan pH, sehingga dapat berubah warna sesuai dengan kondisi kesegaran daging.
Baca juga: Mahasiswa UMM Tembus Riset Semikonduktor Taiwan, Kembangkan Teknologi Prediksi Cacat Produksi
“Dengan teknologi ini, kualitas daging bisa dipantau secara real-time melalui perubahan warna pada stiker,”ujarnya.
Keunggulan lainnya, stiker pintar ini terhubung dengan aplikasi MeatSafe yang dapat membaca perubahan warna melalui kamera smartphone sehingga konsumen dapat mengetahui kondisi daging secara lebih objektif dan praktis tanpa harus menebak-nebak.
Selain inovatif, produk ini juga ramah lingkungan. Material yang digunakan bersifat biodegradable, sehingga dapat menjadi solusi kemasan berkelanjutan dan ekonomis.
Afni menilai, keikutsertaan dalam kompetisi ini memberikan banyak pengalaman berharga. Tidak hanya meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi ilmiah, tetapi juga membuka kesempatan untuk bertukar ide dengan peserta dari berbagai negara.
Baca juga: Haru! Rektor Unila Turun Langsung ke Rumah Calon Mahasiswa Penerima KIP Kuliah
"Kami berusaha menyajikan presentasi yang kuat, didukung data dan argumen ilmiah yang matang. Alhamdulillah, itu membawa kami meraih hasil terbaik," tuturnya.
Ke depan, Afni dan tim berharap inovasi yang mereka kembangkan tidak berhenti di ajang kompetisi saja, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata.
Pemanfaatan limbah kulit buah naga dinilai memiliki potensi besar sebagai solusi berkelanjutan, khususnya dalam mendukung keamanan pangan sekaligus sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ugm.ac.id