Apa itu Sistem Kredit Semester (SKS) dalam Dunia Perkuliahan? Ini Penjelasan dan Cara Hitungnya
INDOZONE.ID - Saat memasuki dunia perkuliahan, mahasiswa baru akan sering mendengar istilah Sistem Kredit Semester (SKS).
Istilah ini berkaitan langsung dengan beban belajar yang harus ditempuh setiap mahasiswa dalam satu semesternya.
Namun, masih banyak mahasiswa yang masih bingung bagaimana SKS sebenarnya bekerja dan cara menghitung beban belajarnya.
Lantas, apa itu sistem kredit semester (SKS) dan bagaimana cara menghitung beban belajar agar kuliah dan waktu nongkrong mu tetap dapat berjalan beriringan? Berikut ulasannya.
Baca juga: Inovasi untuk Lingkungan, IPB University dan Hainan University Resmikan Kolaborasi
Apa itu Sistem Kredit Semester (SKS)?
Sistem Kredit Semester (SKS) adalah sistem penilaian beban studi di perguruan tinggi yang digunakan untuk mengukur sejauh mana mahasiswa harus mengikuti dan menyelesaikan setiap mata kuliah.
Setiap mata kuliah memiliki bobot SKS yang berbeda, tergantung tingkat kesulitan dan kompleksitas materi. Semakin besar jumlah SKS, semakin tinggi pula beban belajar yang harus ditempuh mahasiswa dalam mata kuliah tersebut.
Apa Arti "1 SKS"?
1 SKS merupakan satuan waktu belajar yang setara dengan sekitar 50 menit kegiatan perkuliahan tatap muka dalam satu minggu.
Waktu ini sudah mencakup proses pembelajaran di kelas beserta jeda istirahat yang diberikan. Sebagai contoh, mata kuliah dengan bobot 3 SKS berarti membutuhkan waktu belajar sekitar 150 menit atau 2 jam 30 menit setiap minggunya.
Baca juga: 6 Contoh Pertanyaan Interview Magang dan Cara Menjawabnya, Dijamin Bikin Percaya Diri!
Cara Menghitung SKS
Perhitungan SKS dilakukan berdasarkan total beban belajar yang diambil mahasiswa dalam satu semester. Umumnya, setiap program studi memiliki batas minimal dan maksimal SKS yang dapat diambil, yaitu hingga 24 SKS per semester, tergantung pada capaian IPK atau IPS mahasiswa di semester itu.
Semakin tinggi nilai IPK atau IPS-nya, semakin besar pula kesempatan untuk mengambil jumlah SKS yang lebih banyak.
Sebaliknya, jika nilai menurun, jumlah SKS yang bisa diambil akan disesuaikan agar beban belajar tetap proporsional. Beberapa kampus juga menerapkan sistem paket, di mana jumlah SKS sudah ditentukan tanpa bisa diubah oleh mahasiswa.
Selain itu, pengambilan SKS dilakukan saat proses KRS (Kartu Rencana Studi) dan biasanya dapat didiskusikan dengan dosen pembimbing akademik untuk menyesuaikan beban studi dengan kemampuan mahasiswa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Lspr.ac.id, Brainacademy.id