Kamis, 30 APRIL 2026 • 11:00 WIB

Keren! UPI Ajari Cara Ubah Sampah Jadi Kompos hingga Cuan

Author

UPI menyelenggarakan egiatan Studi Praktik Pengelolaan Sampah di lingkungan FPOK UPI (berita.upi.edu)

INDOZONE.ID - Biro Aset dan Lingkungan UPI berkolaborasi dengan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) menyelenggarakan kegiatan bertajuk Studi Praktik Pengelolaan Sampah yang berlokasi di area FPOK.

Agenda ini merupakan inisiatif langsung dari Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Sistem Informasi UPI, Prof. Tri Indri Hardini, yang berlangsung pada 24 April 2026. 

Baca juga: Desa Bumi Harapan Bentuk Bank Sampah, Inisiatif Mahasiswa UGM Dukung Lingkungan IKN

Tujuannya untuk membekali tenaga kebersihan serta pengelola lingkungan di seluruh unit kerja UPI dengan keterampilan pengelolaan limbah yang lebih mumpuni.

Langkah tersebut menjadi bagian integral dari strategi besar UPI dalam mengimplementasikan konsep green campus yang dimulai dari level terkecil.

Dalam pelatihan, para peserta diberikan pemahaman menyeluruh tentang metode pemilahan sampah yang benar, serta teknik memproses limbah organik dan anorganik.

Tak hanya melatih petugas, pihak kampus juga memberikan edukasi kepada para pemilik kantin agar mereka disiplin dalam memisahkan sampah langsung dari sumbernya.

UPI berupaya mengubah paradigma tentang sampah; yang semula dianggap sebagai kotoran, kini diarahkan menjadi produk yang memiliki nilai manfaat, seperti kompos, pupuk organik cair (POC), hingga budidaya maggot untuk kebutuhan pakan ternak.

Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan siklus sumber daya yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan di lingkungan kampus.

Baca juga: UMJ Resmikan Kampus Baru di Lampung, Dorong Pemerataan Pendidikan di Daerah

Prof. Tri Indri Hardini dalam sambutannya menekankan bahwa fakultas-fakultas yang telah lebih dulu sukses, seperti FPOK, FPMIPA, dan FPIPS, harus menjadi contoh bagi unit kerja lainnya.

“Praktik baik seperti yang dikembangkan di FPOK, FPMIPA, dan FPIPS menunjukkan bahwa inovasi lingkungan bisa dimulai dari hal-hal yang dekat dengan keseharian kampus. Ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya keberlanjutan,” papar Indri.

Urgensi pengelolaan sampah mandiri juga ditegaskan oleh Kepala Biro Aset dan Lingkungan UPI, Antonius Kelikawe.

Ia menyoroti kondisi tempat pembuangan akhir (TPA) yang saat ini daya tampungnya semakin menipis, sehingga institusi pendidikan seperti UPI harus dapat menyelesaikan masalah sampahnya sendiri.

“Melalui pelatihan ini, peserta memahami bahwa sampah tidak hanya menjadi beban, tetapi juga memiliki nilai ekonomi jika diolah dengan baik,” paparnya.

Di sisi lain, Dekan FPOK UPI, Prof. Komarudin, yang juga bertindak sebagai pemateri, membagikan cara praktis mengolah limbah dapur dan dedaunan menggunakan metode fermentasi sederhana. 

Baca juga: Atasi Lonjakan Sampah, Tim Bala Gadjah Mada UGM Edukasi Warga Pemaluan soal Pengelolaan Limbah

Ia menjelaskan bahwa teknik tersebut sangat mudah dipraktikkan, baik dalam skala kampus maupun rumah tangga, untuk menghasilkan pupuk cair yang bermanfaat bagi tanaman.

“Hal terpenting adalah membangun kesadaran seluruh sivitas akademika untuk memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya,” tegas Komarudin.

Melalui program yang diselenggarakan, UPI berharap para peserta dapat menjadi agen penggerak di unitnya masing-masing untuk menerapkan sistem pengolahan sampah yang lebih teratur.

Tidak hanya demi menjaga estetika dan kebersihan kampus, tetapi juga sebagai kontribusi dalam menekan volume sampah nasional dan membentuk karakter sivitas akademika yang bijak dalam berkonsumsi.

UPI berkomitmen agar kegiatan seperti ini dapat tersebar luas ke seluruh penjuru universitas untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat, bersih, dan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita.upi.edu

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU