Kamis, 30 APRIL 2026 • 11:20 WIB

Nggak Cuma Teori, Mahasiswa Sejarah FIB Undip Terjun ke Tambakrejo Buat Re-Branding Masa Depan Kemaritiman!

Author

Mahasiswa Sejarah FIB Undip Mengadakan Maritime Study Group (MSG) Pada 19 April 2026. (Foto: ZCreators @Aulia Faradiva)

INDOZONE.ID - Indonesia itu katanya bangsa pelaut, tapi kalau nggak tahu sejarahnya, ya cuma jadi jargon doang, kan? 

Nah, semangat inilah yang bikin temen-temen Himpunan Mahasiswa Sejarah (HM Sejarah) FIB Undip gercep buat ngadain lagi agenda keren mereka yaitu Maritime Study Group (MSG), hari Minggu, (19/4/2026) kemarin.

Tahun ini, mereka ngusung tema yang deep banget yaitu “Reorienting Indonesia’s Maritime Future”.

Lokasi yang dipilih adalah kawasan Tambakrejo, Semarang. Kalau sebelumnya mereka sering riset ke Tambak Lorok, kali ini mereka sengaja geser ke Tambakrejo buat nyari point of view baru yang lebih segar soal kehidupan pesisir.

Baca juga: Menjembatani Dunia Kuliah dan Kerja Melalui Program Magang Hub Kemenaker? Ini Pendapat Dosen FIB Undip

Dari Lapangan Menuju PKM: Bukan Sekadar Jalan-Jalan Estetik

Acara ini dibuka langsung sama Ketua Prodi S1 Sejarah, Prof. Dr. Dhanang Respati Puguh, M.Hum.Beliau kasih pesan penting nih yaitu MSG itu jangan cuma dijadiin ajang jalan-jalan akademik biar kelihatan keren di story IG.

Prof. Dhanang justru nantang mahasiswa buat ngolah hasil temuan di lapangan jadi sesuatu yang lebih "daging", misalnya draf proposal buat Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM). 

POV: Ngobrol Langsung sama Warga Pesisir

Di Tambakrejo, mahasiswa nggak cuma pegang buku atau kamera dari jauh. Mereka beneran vibing bareng warga lokal, dengerin cerita mereka, dan ngulik gimana sih dinamika sosial, budaya, sampe ekonomi di sana.

Lewat obrolan santai tapi berisi ini, temen-temen Sejarah belajar banyak hal yang nggak ada di buku teks.

Baca juga: Sejarah Baru FIB Undip! Arts & Humanities Resmi Masuk Radar Dunia di QS WUR by Subject 2026

Misalnya, gimana cara nilai tradisional warga pesisir tetep survive di tengah gempuran zaman yang makin modern.

Pengalaman langsung ini bikin mereka sadar kalau masyarakat pesisir itu punya struktur sosial yang kompleks dan menarik banget buat dipelajari lebih dalem.

Challenge: Jadi 'Suhu' Analisis Lewat Tulisan

Setelah puas eksplorasi dan dapet data, challenge berikutnya dimulai! Mahasiswa dibagi ke beberapa kelompok buat nyusun artikel ilmiah.

Data mentah dari lapangan tadi diolah dan disambungin sama teori-teori sejarah maritim yang mereka dapet di kelas.

Puncaknya, mereka harus presentasi di depan Khairana Zata Nugroho, M.Hum., dosen sejarah yang membimbing mereka.

Sesi presentasi ini jadi ajang diskusi yang seru banget. Mereka dapet feedback langsung buat mempertajam argumen dan bikin kualitas tulisan mereka makin "pro".

Baca juga: Pandangan Dosen FIB Undip soal Magang Nasional: Bukan Sekadar Sertifikat melainkan Bekal Karier yang Nyata!

Mahasiswa Sejarah FIB Undip Mengadakan Maritime Study Group (MSG) Pada 19 April 2026. (Foto: ZCreators @Aulia Faradiva)

MSG 2026 ini sebenernya punya pesan yang lebih luas yaitu mahasiswa sejarah itu harus bisa jadi agen perubahan. Dengan paham budaya pesisir, mereka diajak buat lebih aware sama pelestarian warisan maritim Indonesia yang kaya banget.

Intinya, lewat kegiatan ini, FIB Undip ingin mahasiswa nggak cuma jadi pengamat pasif di belakang meja.

Harapannya, muncul rasa tanggung jawab buat ikut ngebantu komunitas pesisir sambil tetep menjaga warisan budaya Nusantara biar nggak ilang ditelan zaman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU