INDOZONE.ID - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meresmikan Klinik Upaya Berhenti Merokok (UBM) pada 24 April 2026.
Acara peluncuran pusat layanan kesehatan tersebut berlangsung meriah di halaman depan Muhammadiyah Medical Center (MMC) UMS.
Baca juga: CIMSA FK USK Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat : Tingkatkan Akses Kesehatan bagi Pasien Tunarungu
Klinik UBM lahir melalui kerja sama erat antara Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) dengan tim medis dari MMC UMS.
Inisiatif yang dilakukan merupakan tindak lanjut dari program "Kampus Bebas Asap Rokok" yang telah dideklarasikan secara resmi sejak Desember 2025.
Dr. Mahasri Shobahiya, M.Ag., selaku Ketua LPPIK UMS, menyampaikan bahwa kehadiran klinik ini merupakan fasilitas nyata bagi mahasiswa dan tenaga kependidikan.
“Agenda pagi ini adalah follow up dari launching Kampus Bebas Asap Rokok untuk menjadi sebuah klinik yang akan melayani mahasiswa maupun tendik agar berupaya untuk berhenti merokok,” ungkapnya.
Upaya untuk menjadikan UMS sebagai kawasan tanpa rokok sebenarnya sudah dirintis sejak tahun 2021.
Direktur MMC UMS, Prof. dr. Dr. Em Sutrisna, M.Kes., mengungkapkan bahwa meskipun selama ini sudah ada progres, hasilnya masih perlu ditingkatkan melalui pendampingan yang lebih intensif.
Baca juga: UMS Kukuhkan Dua Guru Besar, Angkat Isu UMKM dan Mental Health
Untuk itu, MMC kini siap membuka layanan konsultasi bagi siapa saja yang memiliki keinginan kuat untuk berhenti merokok.
“Insya Allah MMC siap untuk melayani dari jam 8 pagi sampai jam 8 malam, untuk mahasiswa atau tendik yang berkeinginan untuk berhenti merokok,” terang Sutrisna.
Dukungan penuh juga datang dari Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. Ia menegaskan bahwa kebijakan hidup sehat harus dijalankan secara merata mulai dari tingkat rektorat hingga ke seluruh lapisan kampus.
Ia bahkan mengusulkan agar layanan konsultasi dikembangkan lebih luas lagi melalui platform daring untuk memudahkan akses bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi.
Selain dari sisi medis, Rektor juga mengingatkan bahwa kebiasaan merokok merupakan bentuk pemborosan yang perlu dihindari.
“Merokok itu mubazir, mubazir adalah sifat setan dan setan adalah musuh kita bersama,” ujarnya.
Baca juga: Anti Kesepian di Kelas Virtual! Bongkar 5 Strategi Ampuh Tambah Teman Kuliah Daring
Pihak universitas menyadari bahwa mengubah kebiasaan lama bukanlah perkara mudah, mengingat masih banyak ditemukan aktivitas merokok di beberapa titik strategis, seperti area parkir.
Melihat situasi tersebut, Klinik UBM menerapkan pendekatan personal yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.
Bagi mereka yang sudah mulai mengalami gangguan fisik akibat asap rokok, tim dokter akan melakukan pemeriksaan medis secara mendalam untuk langkah pemulihan lebih lanjut.
Melalui kolaborasi ini, UMS berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang menyehatkan bagi fisik dan mental seluruh penghuninya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ums.ac.id