Sempat Minder karena Tertinggal, Bitha Justru Jadi Wisudawan Terbaik dari Fakultas Vokasi Unesa dengan IPK 3,96
INDOZONE.ID - Tabitha Ayu Putri Ning Bestari, mahasiswi asal Surabaya meraih predikat sebagai wisudawan terbaik dari Fakultas Vokasi pada prosesi wisuda ke-119 Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Prestasi Bitha menyentuh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang hampir sempurna, yaitu 3,96 pada 29 April 2026 lalu.
Baca juga: Salut! Wisudawan Unesa Raih IPK 4,00 Berkat Chatbot Pintar untuk Siswa SMA
Keberhasilan tersebut menjadi momen beharga bagi Bitha, yang merayakannya dengan sang ayah setelah resmi menyandang gelar sarjana terapan.
Meskipun tumbuh di tengah keluarga yang mencintai dunia seni, seperti menggambar, menari, dan bermusik, perjalanan pendidikan Bitha tidak langsung linear. Saat duduk di bangku SMA, ia justru mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Namun, ketika memasuki jenjang perkuliahan, anak ketiga dari pasangan Edhy Triono dan Catur Ning Sudarbi ini, memutuskan untuk mengikuti kata hatinya dengan masuk program studi Desain Grafis.
"Saya pilih Desain Grafis karena ingin banyak praktik dan langsung kerja di perusahaan. Saya juga ingin belajar bagaimana seni digabung dengan teknologi," tutur Bitha.
Keputusannya berpindah jalur dari IPA ke desain grafis cukup sulit. Bitha mengaku sempat merasa tertinggal di awal perkuliahan, karena belum menguasai perangkat lunak desain digital.
“Awal kuliah tantangannya berat karena teman-teman SMK sudah punya dasar desain digital. Saya harus berusaha mengejar setiap tugas supaya tidak ketinggalan,” ujarnya.
Baca juga: Kreatif! Mahasiswa ITS Gabungkan Budaya Jawa dan Desain Modern Lewat Perhiasan Pawukon Jewelry
Ketekunan tersebut membuahkan hasil selama 3,5 tahun masa studinya. Bitha tidak hanya fokus pada teori di dalam kelas, tetapi juga aktif mencari pengalaman di lapangan.
Ia pernah mengikuti program magang di PT SIER serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di Kampung Dolanan, Sidoarjo.
Di sana, ia membantu mendesain kemasan mainan tradisional agar tampil lebih modern dan mampu menarik minat pembeli.
Selain itu, karya desain Bitha juga pernah diakui di tingkat nasional melalui kemenangan lomba poster, bahkan dipamerkan dalam ajang pameran desain berskala internasional.
Dalam menyelesaikan tugas akhirnya, Bitha menciptakan sebuah inovasi berupa buku gambar pintar untuk anak-anak sekolah dasar.
Buku ini dilengkapi dengan teknologi QR Code yang jika dipindai menggunakan ponsel, akan memunculkan animasi serta lagu edukatif yang mengajak anak-anak untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Baca juga: Cegah DBD, Mahasiswa UIN Alauddin Kenalkan Spray Sereh Anti Nyamuk Ramah Lingkungan
Selama proses pengerjaan karya, Bitha mengaku sempat menghadapi kendala kesehatan berupa penyakit asam lambung (GERD) yang mengharuskannya bolak-balik ke kampus dalam kondisi fisik kurang prima.
Namun, semangat Bitha tidak padam hingga bisa menyelesaikan masa studinya dengan prestasi membanggakan.
Setelah lulus, Bitha berencana untuk berkarier di industri kreatif sambil menabung untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Pasang target setinggi mungkin dan selalu ingat Tuhan. Kalau sudah punya cita-cita, jangan takut melangkah. Setiap usaha pasti ada hasilnya,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unesa.ac.id