INDOZONE.ID - Istilah pedagogi mungkin sudah tidak asing, terutama bagi mahasiswa pendidikan atau FKIP.
Secara umum, pedagogi dikenal sebagai metode mengajar anak yang masih membutuhkan arahan penuh dari pengajar atau guru. Namun, seiring perkembangan zaman dan kebutuhan belajar yang semakin beragam, muncul pendekatan lain seperti andragogi untuk orang dewasa dan heutagogi yang menekankan kemandirian belajar.
Lantas, apa sebenarnya perbedaan dari ketiga konsep tersebut? Berikut bedanya pedagogi, andragogi, dan heutagogi.
Apa Itu Pedagogi?
Baca juga: Stop Terobsesi Nilai A! Ini yang Sebenarnya Lebih Penting di Dunia Kuliah
Pedagogi merupakan pendekatan pembelajaran yang umumnya diterapkan pada anak-anak hingga remaja. Dalam konsep ini, guru memegang peran penting sebagai pusat pembelajaran, dengan mengatur materi, metode, hingga alur belajar secara terstruktur.
Sedangkan, peserta didik cenderung berperan sebagai penerima informasi saja. Mereka mengikuti arahan yang telah dirancang oleh guru.
Apa Itu Andragogi?
Berbeda dari pedagogi, andragogi merupakan pendekatan pembelajaran yang dirancang khusus untuk orang dewasa. Dalam metode ini, peserta didik tidak lagi sekadar menerima materi, tetapi juga aktif terlibat dalam proses belajar.
Metode ini bersifat lebih fleksibel dan relevan dengan kehidupan nyata. Mengingat, orang dewasa umumnya memiliki pengalaman hidup dan tanggung jawab yang lebih spesifik.
Peran pengajar juga berubah menjadi fasilitator. Artinya, mereka tidak lagi menjadi satu-satunya sumber pengetahuan, melainkan membantu peserta didik mencapai tujuan belajar yang mereka tentukan sendiri.
Apa Itu Heutagogi?
Baca juga: Mahasiswa ITB Ajarkan Hidroponik ke Anak-anak, Tanamkan Kesadaran Pangan Sejak Dini
Heutagogi adalah pendekatan pembelajaran yang lebih maju, di mana kendali berada di tangan peserta didik. Konsep ini diperkenalkan oleh Stewart Hase dan Chris Kenyon pada tahun 2000 sebagai respons terhadap kebutuhan pembelajaran di era digital.
Dalam metode ini, peserta didik bebas menentukan apa yang ingin dipelajari, bagaimana cara belajar, hingga bagaimana mengevaluasi hasilnya. Pembelajaran tidak lagi bergantung pada sistem formal, melainkan berfokus pada kemandirian dan eksplorasi.
Perbedaan Pedagogi, Andragogi, dan Heutagogi
Secara garis besar, ketiga pendekatan ini memiliki perbedaan utama pada tingkat kemandirian pesera didik dan peran pengajar.
Pedagogi bersifat paling terstruktur, dengan guru sebagai pusat pembelajaran dan siswa mengikuti arahan yang telah ditentukan. Sementara itu, andragogi memberikan ruang lebih bagi peserta didik untuk terlibat aktif, meski pengajar masih berperan dalam merancang pembelajaran.
Sementara itu, heutagogi berada pada level tertinggi dalam hal kemandirian. Peserta didik memiliki kendali penuh atas proses belajar mereka, sedangkan pengajar hanya berfungsi sebagai pendukung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Umbandung.ac.id, S2pendidikanbahasainggris.fbs.unesa.ac.id