Mahasiswa UNNES Ciptakan Pelapis Buah Alami dari Daun Cincau dan Jahe Merah, Bikin Buah Awet Lebih Lama!
INDOZONE.ID - Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengukir prestasi melalui riset inovatif yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Melalui Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) Himpunan Mahasiswa IPA dan Lingkungan dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), sekelompok mahasiswa mengembangkan teknologi edible coating atau lapisan pelindung makanan yang dapat dimakan.
Baca juga: ITS Terapkan Teknologi AI Face Recognition dan Keamanan Ketat di UTBK SNBT 2026
Inovasi tersebut memanfaatkan bahan alami berupa daun cincau dengan tambahan ekstrak jahe merah.
Penelitian ini dilakukan diketuai oleh Berlian Avicenna bersama rekan-rekannya, yakni Abi Manshurin, Candra Risqi Rahmandani, Nathaniela Anindya Aliyanti, dan Diani Dwi Banoantj.
Di bawah bimbingan Amnan Haris, S.Si., M.Ling., tim berupaya mencari solusi atas masalah klasik di dunia pertanian, yaitu tingginya angka kerusakan buah setelah masa panen.
Kerusakan ini sering kali terjadi dan menurunkan kualitas fisik buah sehingga membuat nilai jualnya anjlok di pasaran.
Baca juga: Mahasiswa Unsoed Raih Bronze Medal lewat Inovasi Reklamasi Tambang Ramah Lingkungan
Para mahasiswa memilih daun cincau sebagai bahan dasar. Sebab, tanaman tersebut mengandung polisakarida yang dapat menciptakan lapisan tipis pelindung di permukaan buah.
Sementara itu, jahe merah ditambahkan karena memiliki kandungan antioksidan dan memiliki sifat antimikroba yang kuat.
Kombinasi keduanya berfungsi untuk menghambat proses respirasi dan memperlambat pembusukan buah secara alami, tanpa bantuan zat kimia sintetis.
Dalam pengujian yang dilakukan terhadap buah jambu biji, hasil riset menunjukkan penggunaan pelapis alami ini sangat efektif dalam menjaga kesegaran dan memperlama masa simpan buah.
Baca juga: Salut! Mahasiswa UBAYA Sabet Medali Emas Berkat Inovasi Insektisida Alami dari Tembakau
Temuan mahasiswa Unnes memberikan harapan baru bagi sektor agribisnis dan para petani untuk mengurangi kerugian akibat pembusukan, sehingga distribusi hasil tani bisa menjadi lebih efisien dan ekonomis.
Dukungan penuh diberikan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNNES melalui pendanaan riset ini.
Pihak Unnes berharap, penemuan mahasiswa tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi dapat segera diaplikasikan oleh masyarakat luas untuk mendukung sistem pangan berkelanjutan dan menguntungkan bagi para produsen lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unnes.ac.id