INDOZONE.ID – Apakah kamu pernah merasa malas untuk pergi ke kampus? Bukan karena merasa capek atau ngantuk, melainkan karena memikirkan siapa dosen yang akan mengisi kelasmu hari ini.
Setiap dosen tentunya mempunyai kepribadian yang berbeda-beda. Namun, ada beberapa tipe dosen yang sering membuat mahasiswa malas untuk mengikuti mata kuliah.
Berikut adalah tipe-tipe dosen yang membuat mahasiswa malas kuliah beserta sisi positif yang dapat diambil.
Baca juga: Dosen UNJ Edukasi Lansia soal Kebugaran, dari Pola Makan hingga Terapi Berkebun
1. Dosen Killer
Nyaris setiap kampus mempunyai dosen yang dikenal killer. Namanya sudah legendaris di antara para mahasiswa, bahkan sebelum kamu mengikut kelasnya, cerita soal kegalakannya sudah lebih dulu masuk ke telingamu.
Yang paling bikin deg-degan adalah momen ketika dosen ini menunjuk seseorang untuk menjawab pertanyaan.
Jika kamu yang terpiilih tapi tidak bisa menjawab, dosen bisa saja menandaimu, bahkan memberikan nilai rendah.
Jangan pernah berpikir untuk membolos dari kelasnya. Kalau mahasiswa yang rajin hadir saja bisa terkena amarahnya, apalagi yang sering absen.
Namun, justru dosen tipe inilah yang paling efektif memaksa kamu untuk belajar sungguh-sungguh. Kamu jadi terdorong untuk benar-benar memahami materi, bukan sekadar membaca sekilas.
2. Dosen Super Sibuk
Dosen tidak hanya mengajar di kelas. Mereka juga punya kesibukan lain, seperti penelitian, seminar, proyek, dan berbagai urusan akademik maupun non-akademik.
Akibatnya, kelas mungkin sering kosong tanpa adanya kabar yang jelas, dan sebagai gantinya, kamu malah dibanjiri tugas selama beliau sibuk.
Situasi tersebut juga bisa terasa sangat menyiksa bagi mahasiswa tingkat akhir yang sedang berjuang menyelesaikan skripsi.
Bayangkan sudah susah payah merevisi bab demi bab, tapi dosen pembimbing susah sekali ditemui karena jadwalnya sangat padat.
Namun, menghadapi dosen tipe ini melatih kamu jadi lebih mandiri dan dewasa. Kamu dapat belajar memanfaatkan waktu luang dengan bijak dan produktif.
Lakukanlah cara belajar yang menyenangkan, misalnya dengan pergi ke perpustakaan, belajar sendiri, atau berdiskusi bareng teman. Jika kamu sedang skripsi, anggap saja ini latihan kesabaran ekstra!
Baca juga: Lagi Burnout karena Skripsi? Coba 6 Tips Ini agar Tetap Waras dan Cepat Lulus
3. Dosen Monoton dan Bikin Ngantuk
Kamu pasti tahu tipe yang satu ini — dosen yang masuk kelas, duduk, lalu hanya membaca buku dari awal sampai akhir.
Persis seperti sedang didongengin sebelum tidur, bedanya kamu sedang berada kelas dan harus tetap terjaga.
Tak heran kalau banyak mahasiswa yang akhirnya menguap lebar atau bahkan memilih tidak hadir sama sekali, karena merasa kuliah seperti ini tidak memberikan nilai tambah apa pun.
Namun, di sinilah kreativitasmu bisa berkembang. Kamu bisa mencari cara belajar sendiri yang lebih efektif.
Entah membuat rangkuman, membentuk kelompok diskusi, atau mencoba memancing dosen agar lebih aktif dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan menarik. Siapa tahu, pertanyaanmu bisa mengubah suasana kelas jadi lebih hidup.
4. Dosen Rajin
Setiap pertemuan biasanya selalu diberikan tugas. Ketika keluar dari kelas, kamu sudah membawa tugas baru yang biasanya harus diselesaikan sebelum minggu depan.
Kondisi ini terkadang membuat sebagian mahasiswa jadi enggan masuk, karena merasa tugas yang diberikan tidak ada habisnya dan pulang dengan membawa beban.
Padahal, memberi tugas sebenarnya memang hak dosen, dan menyelesaikannya adalah kewajiban mahasiswa, itu adalah kesepakatan yang tidak bisa ditawar.
Banyaknya tugas dengan tenggat waktu yang berbeda-beda secara tidak langsung melatih dapat melatih mahasiswa dalam hal manajemen waktu.
Kamu akan terbiasa memprioritaskan pekerjaan, tahu mana yang harus dikerjakan duluan, dan mana yang bisa ditunda sebentar.
Baca juga: Campus Tour IPB Ubah Waktu Tunggu UTBK Jadi Pengalaman Edukatif
5. Dosen Suka Pamer
Beberapa dosen suka sekali pamer membanggakan diri sendiri, entah soal kekayaan, kecerdasan, atau bahkan penampilan fisiknya. Setiap pertemuan bisa menjadi ajang bercerita tentang betapa hebatnya beliau.
Tipe dosen seperti ini bisa membuat mahasiswa merasa " tidak betah duduk berlama-lama di kelasnya, karena tujuannya untuk belajar, bukan mendengar cerita keberhasilan sang dosen tanpa ujung.
Daripada fokus pada sifat pamernya, cobalah ambil pelajaran dari pencapaian yang dia ceritakan.
Misalnya, kalau dosen membanggakan tentang gelar master dengan predikat cum laude, jadikan itu sebagai motivasi untuk meraih prestasi serupa.
Kalau dosen sering bercerita soal kesuksesan finansialnya, curi tahu pola pikir dan strategi yang dia gunakan. Intinya, saring yang baik, dan abaikan yang tidak perlu.
Jadi, dari kelima tipe dosen di atas, mana yang paling sering kamu temui di kampus?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Duniadosen.com