Minggu, 17 MEI 2026 • 15:40 WIB

Sapu Bersih Ajang KGSI 2026, Mahasiswa USU Hadirkan Solusi Pendidikan Digital Modern Berbasis AI

Author

Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil menjadi pemenang juara I, II dan III pada Kompetisi Gagasan Sosial Inovatif (KGSI) 2026. (usu.ac.id)

INDOZONE.ID - Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil mendominasi ajang Kompetisi Gagasan Sosial Inovatif (KGSI) 2026 dengan mengantongi sederet raihan pengharagan.

Ajang ini mengangkat tema Memberdayakan Pendidikan di Era Digital yang digelar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) USU, Medan, pada 13 Mei 2026.

Dalam kompetisi hasil kolaborasi Narasi, Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, dan USU tersebut, mahasiswa USU sukses meraih juara I, II, dan III melalui berbagai gagasan inovatif di bidang pendidikan berbasis digital.

Ajang tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Utara, seperti Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Universitas Medan Area, hingga Universitas Katolik Santo Thomas.

Baca juga: Bulan Lestari, Wisudawan Terbaik UPNVY yang Sukses Kantongi Karier di Bank Indonesia

Sebelum masuk tahap final, delapan tim terbaik terlebih dahulu diseleksi untuk mempresentasikan gagasan mereka di hadapan dewan juri.

Juara pertama diraih oleh Aura Savinka Balqis, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris USU angkatan 2022. Posisi juara kedua ditempati M. Ghozi Muzzaki dari Program Studi Teknologi Pangan angkatan 2023, sedangkan juara ketiga diraih Nur Syafika dari Program Studi Ilmu Hukum angkatan 2025.

Dalam kompetisi tersebut, Aura mengangkat program bertajuk Digital Learning Companion: AI Literacy and Fact-Checking Microclass yang berfokus pada peningkatan literasi digital mahasiswa di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Program tersebut dirancang untuk membantu mahasiswa memahami penggunaan AI secara kritis, etis, dan bertanggung jawab melalui beberapa materi utama seperti pengecekan fakta dan penggunaan sumber kredibel.

Baca juga: Inspiratif! Fahmi Daud, Satu-satunya Delegasi UMM yang Lolos Google Student Ambassador 2026

Program ini diharapkan dapat meningkatkan literasi digital mahasiswa di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat,” ujarnya.

Aura menjelaskan bahwa tahap awal program microclass akan diuji coba kepada 30 mahasiswa Program Studi Sastra Inggris USU sebelum nantinya diperluas ke fakultas lain hingga kampus-kampus yang ada di Kota Medan.

Menurutnya, ide tersebut muncul dari keresahan terhadap masih minimnya pemahaman mahasiswa mengenai penggunaan AI yang tepat untuk kebutuhan akademik.

Microclassnya akan diuji coba untuk 30 Mahasiswa Baru jurusan Sastra Inggris USU yang kemudian diekspansi ke seluruh Mahasiswa Baru di USU dan di Universitas yang ada di Kota Medan,” jelasnya.

Baca juga: Polteknaker Resmi Perpanjang Pendaftaran SBP 2026 hingga 27 Mei Buntut Peminat yang Membludak

Sejumlah tokoh yang hadir sebagai sebagai dewan juri antara lain pendiri Narasi Najwa Shihab, Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier, serta Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kealumnian USU Prof. Dr. Poppy Anjelisa Z. Hasibuan.

Melalui ajang tersebut, mahasiswa didorong untuk menawarkan solusi inovatif terhadap berbagai persoalan sosial, khususnya di sektor pendidikan digital yang kini terus berkembang pesat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Usu.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU