INDOZONE.ID - Kelompok mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melaksanakan aksi nyata dalam memberdayakan masyarakat di Kabupaten Klaten.
Pada 9 Mei 2026) mereka menyelenggarakan pelatihan pembuatan sabun cuci piring berbahan dasar alami bagi warga di Dusun Gadingan, Desa Trunuh, Kecamatan Klaten Selatan.
Kegiatan yang mengusung tema “Peningkatan Kemandirian Ekonomi Keluarga melalui Pembuatan Sabun Alami di Dusun Gadingan” ini diikuti oleh 24 ibu rumah tangga setempat.
Kehadiran mahasiswa UNS disambut baik oleh perangkat desa, termasuk Ketua RW 04 dan para Ketua RT, yang turut mendampingi jalannya pelatihan dari awal hingga akhir.
Baca juga: Mahasiswa UNY Ajarkan Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Kulit Bawang Merah Kepada Warga Desa Menden
Memanfaatkan Kekayaan Alam Sekitar
Inovasi yang diperkenalkan oleh tim mahasiswa PLB UNS berfokus pada penggunaan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, yaitu daun pandan dan jeruk nipis.
Kedua bahan tersebut sengaja dipilih. Selain karena aromanya yang segar, pandan dan jeruk nipis juga memiliki kandungan alami yang efektif untuk membersihkan lemak pada peralatan dapur.
Ketua Tim Hibah Pembelajaran Berdampak, M. Husain Yassar, menjelaskan bahwa inisiatif ini muncul dari keinginan untuk memberikan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap ibu-ibu di Dusun Gadingan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu memanfaatkan keterampilan tersebut untuk kebutuhan rumah tangga maupun peluang usaha rumahan,” jelas Husain.
Baca juga: Inovasi Cerdas Mahasiswa Ubaya, Sistem Parkir Otomatis Bikin Mobil Bisa Parkir Sendiri
Proses Pelatihan dan Praktik Langsung
Selama kegiatan berlangsung, para peserta diajarkan seluruh tahapan produksi. Mulai dari pengenalan fungsi masing-masing bahan, proses pencampuran formula sabun, hingga teknik pengemasan produk agar terlihat menarik dan memiliki nilai jual.
Ibu-ibu di Dusun Gadingan terlihat antusias dalam mengikuti demonstrasi dan melakukan praktik bersama para mahasiswa.
Keberhasilan acara juga tidak lepas dari dukungan penuh perangkat lingkungan setempat yang memfasilitasi kebutuhan koordinasi di lapangan.
Keesokan harinya, pada 10 Mei 2026, tim mahasiswa membagikan hasil produksi sabun alami kepada warga sekitar sebagai langkah tindak lanjut sekaligus contoh nyata produk ramah lingkungan yang bisa dibuat secara mandiri.
Baca juga: Mahasiswa Undip Borong Penghargaan Usai Sulap Limbah MBG Jadi Produk Pembersih Helm
Dampak Ekonomi dan Lingkungan
Mahasiswa UNS berharap kegiatan yang diselenggarakan dapat memacu kemandirian ekonomi keluarga melalui peluang usaha rumahan yang sederhana namun berkelanjutan.
Dengan memproduksi sabun sendiri, warga bisa menghemat pengeluaran rutin dan memiliki potensi untuk menjual produk tersebut sebagai sumber pendapatan tambahan.
Selain aspek ekonomi, program ini juga menjadi kampanye penting untuk mempromosikan gaya hidup ramah lingkungan. Penggunaan bahan alami membantu mengurangi dampak buruk bahan kimia sintetis terhadap ekosistem air.
Melalui langkah kecil di Dusun Gadingan, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih mandiri, sehat, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Uns.ac.id, Uns.ac.id