INDOZONE.ID - Tim Mahasiswa Universitas Pertamina (UPER) yang bernama "Pertalight Public Relations", berhasil menyabet juara ketiga dalam kompetisi komunikasi bergengsi yang diadakan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.
Tim yang beranggotakan Miftakhul Laili Afifah, Imtiaz Ahmad, dan Zhaira Zata Aqma, membawa ide cemerlang melalui kampanye berjudul "Jejak Kota: Langkah Jakarta Menuju Inklusivitas".
Baca juga: Tim Medis Siaga Penuh! Peserta UTBK di Universitas Brawijaya Tetap Bisa Ujian Meski Sakit
Kampanye yang digagas lahir dari kegelisahan mereka terhadap kondisi jalur pejalan kaki di Jakarta yang semakin memprihatinkan.
Di tengah pesatnya pembangunan, hak-hak warga yang berjalan kaki sering kali terpinggirkan. Data menunjukkan bahwa sekitar 90 persen trotoar di area-area strategis justru digunakan untuk tempat parkir kendaraan secara ilegal maupun tempat berjualan pedagang kaki lima.
Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat mengancam nyawa. Pada tahun 2025, tercatat ada lebih dari 18.000 kasus kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki.
Melalui metode perhitungan risiko tertentu, tim Pertalight memperkirakan total kerugian ekonomi akibat kecelakaan-kecelakaan tersebut mencapai angka yang fantastis, yaitu sekitar Rp380,49 miliar
Masalah terasa jauh lebih berat bagi kelompok disabilitas. Hasil temuan di lapangan mengungkap bahwa 70 persen jalur pemandu atau guiding block bagi tunanetra sudah rusak atau tertutup benda lain sehingga tidak bisa digunakan.
Baca juga: Inovasi Mahasiswa USU Dongkrak Ekonomi Desa Cempa Lewat Inovasi Teknologi dan Ekonomi
Akibat buruknya kualitas sarana ini, Jakarta hanya menempati posisi ke-46 dari 60 kota di dunia dalam indeks kesiapan mobilitas perkotaan.
Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, tim Pertalight yang dibimbing oleh Muhammad Nur Ahadi dan Ita Musfirowati Hanika merancang strategi komunikasi yang modern.
Salah satu inovasi utamanya adalah pemasangan papan informasi interaktif yang dilengkapi dengan kode QR.
Melalui kode tersebut, masyarakat dapat langsung melaporkan kerusakan trotoar atau penyalahgunaan fasilitas publik melalui aplikasi JAKI.
Perwakilan tim, Imtiaz Ahmad, menekankan bahwa kunci utama perbaikan ini tumbuhnya empati dan pengawasan yang lebih tegas.
Baca juga: Ingin Kuliah Nyaman? Intip 7 PTN dengan Fasilitas Terbaik di Indonesia
"Krisis pedestrian di Jakarta berakar pada masalah perilaku dan lemahnya penegakan aturan. Tanpa empati masyarakat dan pengawasan yang ketat, infrastruktur trotoar akan terus kehilangan nilai fungsinya bagi kehidupan sehari-hari warga," tuturnya.
Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. techn. Djoko Triyono, turut memberikan apresiasi tinggi.
Beliau menyatakan bahwa inovasi yang diciptakan mahasiswa adalah langkah nyata kampus dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan untuk menciptakan kota yang aman dan ramah bagi semua kalangan.
Melalui prestasi ini, Universitas Pertamina berharap dapat terus melahirkan generasi muda yang peduli pada nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap karyanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Universitaspertamina.ac.id