Selasa, 26 MEI 2026 • 17:00 WIB

Heboh! Dugaan Riset Palsu Peneliti Indonesia Terbongkar di Konferensi Ilmiah Dunia

Author

Peserta yang diduga mengganti penampilan pada saat presentasi. (threads/@mandharabrasika)

INDOZONE.ID - Dunia akademik Indonesia tengah dihebohkan oleh kasus dugaan pemalsuan penelitian yang terjadi di hadapan ribuan ilmuwan dari berbagai penjuru dunia.

Peristiwa memalukan tersebut terungkap di ajang ISPPD 2026, sebuah forum ilmiah bergengsi yang mempertemukan para pakar pneumonia dari seluruh dunia, dan tahun 2026 ini diselenggarakan di Kopenhagen, Denmark.

Skandal ini mencuat setelah diungkap oleh dosen dan peneliti dari Universitas Udayana di akun sosial medianya, Ida Bagus Mandhara Brasika, yang menyoroti kecurangan secara terorganisir.   

Baca juga: Sarjana Terapan vs Sarjana Akademik: Bedanya Apa? Ini Panduan Lengkap biar Nggak Salah Langkah

Mengganti Penampilan saat Presentasi

Dalam unggahannya, ia mengekspos seorang pelaku yang diduga menampilkan diri dengan identitas berbeda-beda pada sesi presentasi poster.

Caranya terbilang sederhana, yaitu dengan mengganti jilbab dan name tag untuk menyamarkan jati dirinya di hadapan peserta konferensi.

Foto-foto perbandingan yang beredar di media sosial menunjukkan satu orang yang tampil dengan penampilan berbeda pada dua presentasi terpisah.

Riset Diduga Dibuat Menggunakan AI

Kejanggalan lain juga ditemukan ketika para peneliti mulai menelaah isi poster-poster yang dipresentasikan.

Lokasi riset yang tertera mencakup wilayah-wilayah seperti Pegunungan Andes di Peru, dataran tinggi Ethiopia dan Guatemala, Lebanon, Yordania, Bangladesh, Sudan Selatan, Filipina, Kenya, Nepal, Malawi, hingga India bagian utara.

Namun, seluruh peneliti yang tercantum sebagai penulis, tercatat berdomisili di Indonesia, tanpa satu pun kolaborator lokal dari negara-negara yang dijabarkan, dan tidak ada keterangan persetujuan etik penelitian yang dilampirkan.

Lebih mencurigakan lagi, afiliasi institusi yang digunakan yakni AI-BioMedicine Research Group dan IMCDS-BioMed Research Foundation, Jakarta, Indonesia, ternyata tidak dapat ditemukan dalam basis data institusi resmi mana pun.

Keberadaan lembaga-lembaga tersebut dipertanyakan oleh kalangan akademisi yang mencoba memverifikasinya.

Setelah ditelaah, riset yang dipresentasikan diduga bukan hasil kerja nyata, melainkan dibuat dengan bantuan kecerdasan buatan atau melalui fabrikasi data.

Tampilan luarnya terkesan sangat meyakinkan, namun data yang disajikan diyakini palsu dan dihasilkan oleh AI, termasuk gambar serta teks di dalamnya. 

Baca juga: USU Perluas Jejaring Internasional, Gandeng Kyoto University untuk Riset Lintas Disiplin

Gratis ke Luar Negeri, Mahal bagi Indonesia

Motif di balik pemalsuan diduga kuat berkaitan dengan perburuan travel grant, yakni dana hibah perjalanan yang diberikan kepada peneliti terpilih untuk hadir dan mempresentasikan karya di konferensi internasional.

“Dengan cara ini, pelaku mendapatkan dana travel grant yang membuat mereka bisa keluar negeri secara gratis,” tulis Mandhara dalam unggahannya.

Ironisnya, yang menanggung kerugian sesungguhnya adalah citra Indonesia sebagai bangsa di mata komunitas ilmiah global.

Rekam jejak salah satu pelaku juga menjadi sorotan. Ia diduga pernah mendapat penghargaan Outstanding Research Abstract Award di lebih dari satu konferensi internasional sebelumnya, termasuk di ICRS 2025.

Hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan serius tentang apakah praktik serupa sudah berlangsung sejak lama dan lolos dari pengawasan komunitas ilmiah internasional.

Dampak dari skandal dikhawatirkan jauh melampaui para pelaku itu sendiri. Peneliti-peneliti Indonesia yang bekerja secara jujur dan profesional, kini berpotensi ikut terdampak akibat merosotnya kepercayaan terhadap riset asal Indonesia.

Ada kekhawatiran, bahwa para ilmuwan Indonesia akan semakin sulit mendapatkan akses ke konferensi bergengsi, bahkan tidak menutup kemungkinan dimasukkan dalam daftar hitam oleh panitia penyelenggara di masa mendatang.  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Threads/@mandharabrasika

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU