INDOZONE.ID - Program Studi Teknologi Industri Pertanian (TIP) dari Institut Teknologi Sumatera (Itera) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Panti Sosial Anak Darul Amanna.
Acara yang digelar pada 24 Mei 2026 lalu berlokasi di Desa Jati Mulyo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan.
Baca juga: Dari UMS ke Papua: Kisah Pengabdian Alfin Mengajar di Tanah Timur
Fokus utama dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan praktis kepada anak-anak panti dalam membuat produk kebersihan secara mandiri.
Program tersebut diinisiasi oleh Kelompok Keahlian Rekayasa Proses dan Sistem Pengemasan dari Prodi TIP Itera.
Selain bertujuan untuk meningkatkan standar kesehatan di lingkungan panti, pelatihan juga dirancang untuk membantu pengelola panti dalam menekan biaya operasional sehari-hari.
Dengan memproduksi sabun sendiri, panti tidak perlu lagi mengeluarkan anggaran besar untuk membeli produk pembersih komersial.
Dr. Amalia Afifah, S.T.P., M.Si., yang menjabat sebagai Ketua Tim PKM, menjelaskan bahwa kegiatan edukasi ini mengangkat tema “Penguatan Higiene Melalui Edukasi dan Pembuatan Hand Sanitizer dengan Penambahan Minyak Atsiri”.
Ia menekankan bahwa materi pelatihan telah disesuaikan dengan kebutuhan spesifik mitra di lapangan.
Baca juga: Mahasiswa UNY Berdayakan Anak Panti Lewat Pelatihan Kreatif, Bekali Keterampilan untuk Hidup Mandiri
"Kami berupaya mengenalkan metode pembuatan sabun cuci tangan dan hand sanitizer yang prosesnya mudah dilakukan oleh siapa saja, biayanya sangat terjangkau, dan yang paling penting adalah aman bagi lingkungan," jelas Dr. Amalia.
Dalam pelaksanaan kegiatan, Dr. Amalia didukung oleh tim akademisi yang terdiri atas Dr. Jatmiko Eko Witoyo, S.TP., M.P., Deni Subara, Ph.D., Dr. Untung Trimo Laksono, S.Pi., M.Si., dan Dr. Elfa Susanti Thamrin, S.TP., M.Si.
Mereka secara intensif mendampingi para peserta selama proses pelatihan pembuatan hand sanitizer berlangsung.
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari pengenalan bahan-bahan dasar hingga teknik pengemasan produk agar terlihat menarik dan terjaga kualitasnya.
Salah satu keunikan dalam pelatihan adalah penggunaan minyak atsiri sebagai bahan pewangi alami pada sabun dan hand sanitizer yang dihasilkan, sehingga produk tersebut memiliki aroma yang segar dan menenangkan.
Pihak pengasuh Panti Sosial Anak Darul Amanna memberikan respons positif terhadap inisiatif yang diselenggarakan.
Baca juga: Kisah Htet Htet Hlaing, Mahasiswa Asal Myanmar Kuliah di USK: Dapat Banyak Pengalaman Positif
Menurutnya, keterampilan teknis yang diajarkan sangat berharga karena dapat menjadi modal keterampilan bagi anak-anak di masa depan.
“Kami sangat terbantu dengan ilmu yang diberikan. Produk sabun dan pembersih tangan ini akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari di panti,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak panti tidak hanya mendapatkan ilmu baru, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri dan peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Itera.ac.id