Kamis, 04 JUNI 2026 • 17:00 WIB

Mahasiswa Saintek UGM Raih Juara 2 Debat Energi di IPA Convex 2026, Ungguli Dominasi Mahasiswa Soshum

Author

Sabet runner-up, mahasiswa UGM sukses unjuk gigi di ajang Student Debate Competition IPA Convex 2026. (geologi.ugm.ac.id)

INDOZONE.ID -  Sebanyak tiga mahasiswa Fakultas Teknik dan FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menyabet gelar 2nd Winner dalam ajang Student Debate Competition IPA Convex 2026, pada 20-22 Mei 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten.

Tim yang beranggotakan John Oliver Home (Teknik Geologi 2023), Rosita Susanti Lestari Ayu (Teknik Geologi 2024), dan Muhammad Zidan (Geofisika 2023) ini, memukau juri lewat sesi debat mengenai transmisi migas dan tantangan pengelolaan energi nasional.

Prestasi mereka terbilang impresif, mengingat seluruh anggota tim memiliki latar belakang sains dan teknik (Saintek), yang lebih terbiasa melakukan praktik langsung.

Mereka harus keluar dari zona nyaman untuk mendobrak perwakilan universitas lain, yang mayoritas diwakili oleh mahasiswa bidang sosial dan humaniora yang sudah jauh lebih akrab dengan dunia debat kompetitif.

Baca juga: Mahasiswa Vokasi UI Ciptakan Nutri-Chain, Solusi Digital Atasi Stunting dan Food Waste

Tantangan terbesar bagi tim UGM adalah menyelaraskan data teknis menjadi argumen persuasif. John mengungkapkan, bahwa mereka harus belajar keras mengubah pola pikir teknis berbasis data geologi dan geofisika rumit agar jadi gagasan sistematis yang mudah dipahami orang lain, khususnya juri.

Kami terbiasa berpikir teknis dan berbasis data di bidang geologi maupun geofisika. Ketika masuk ke kompetisi debat, kami harus belajar bagaimana menyampaikan argumen secara sistematis, persuasif, dan tetap mudah dipahami,” tuturnya.

Sementara itu, menurut Rosita, kunci sukses mereka menembus babak final adalah pembagian peran yang solid dan kuat.

Kami saling melengkapi. Ada yang fokus memperkuat substansi teknis, ada yang memperdalam regulasi dan isu kebijakan energi, sehingga akhirnya bisa membentuk argumentasi yang utuh,” jelasnya.

Baca juga: Mahasiswa ITB Juara Kompetisi Internasional Petrolida 2026, Usung Inovasi Migas Rendah Karbon

Zidan juga berpendapat, bahwa isu transmisi migas sangat krusial bagi ketahanan energi nasional, sehingga inovasi teknis yang dihasilkan mahasiswa harus mampu disosialisasikan dengan baik kepada industri hingga pembuat kebijakan.

Di dunia energi, kemampuan teknis saja tidak cukup. Kita juga harus mampu menjelaskan solusi kepada publik, industri, maupun pembuat kebijakan. Kompetisi ini melatih kami untuk berpikir lebih komprehensif,” ucapnya.

Pencapaian ini menjadi bukti nyata, bahwa mahasiswa Saintek UGM tidak hanya unggul di dalam laboratorium, tetapi juga tangguh dalam penyampaian argumen dan pemikiran kritis di kancah nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Geologi.ugm.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU