Sabtu, 06 JUNI 2026 • 12:17 WIB

Mahasiswa UB Borong 3 Juara Internasional Lewat Aplikasi Rangkul untuk Penyandang Disabilitas

Author

Faiz While menerima penghargaan tersebut (ub.ac.id)

INDOZONE.ID – Faiz Rahmatullah, mahasiswa jurusan Sosiologi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Brawijaya (UB), berhasil memborong sejumlah penghargaan bergengsi melalui aplikasi buatannya bernama “Rangkul”.

Inovasi ini dipresentasikan dalam ajang Global Youth Innovation Summit (GYIS) ke-12 yang berlangsung di Singapura dan Malaysia pada 30 November hingga 3 Desember 2025.

Baca juga: Mahasiswa ITB Juara Kompetisi Internasional Petrolida 2026, Usung Inovasi Migas Rendah Karbon

Kompetisi internasional ini merupakan wadah bagi generasi muda untuk menyampaikan ide-ide kreatif yang berfokus pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Dalam kompetisi tersebut, Faiz sukses membawa pulang tiga penghargaan utama sekaligus, yaitu Juara 1 Presentasi Proyek SDGs, Juara 1 Best Delegate, serta Juara 1 Best Team.

Aplikasi Rangkul dirancang sebagai sebuah platform edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat umum mengenai pentingnya inklusivitas bagi penyandang disabilitas.

Melalui rancangan aplikasi yang diciptakan, Faiz berupaya mengubah persepsi negatif yang selama ini masih melekat di masyarakat terhadap teman-teman disabilitas.

Inovasi ini hadir sebagai solusi praktis untuk menjembatani interaksi antara masyarakat umum dengan penyandang disabilitas dalam kehidupan sehari-hari.

“Aplikasi Rangkul dirancang dengan fitur-fitur praktis sehari-hari, seperti panggilan video untuk bantuan visual bagi teman-teman tunanetra, penerjemah Bahasa Isyarat daring untuk teman-teman tunarungu, dan penyediaan relawan daring dari komunitas sekitar,” jelas Faiz.

Maket Platform Rangkul (ub.ac.id)

Baca juga: Anti Kesepian di Kelas Virtual! Bongkar 5 Strategi Ampuh Tambah Teman Kuliah Daring

Tak hanya itu, Rangkul juga dilengkapi dengan modul khusus mengenai tata krama dan prosedur interaksi yang tepat dengan berbagai jenis disabilitas.

Selain dalam bentuk aplikasi, Faiz juga mengembangkan platform edukasi melalui media sosial Instagram dengan akun @rangkull_id.

Melalui akun tersebut, ia aktif membagikan konten informatif mengenai dunia inklusivitas dan memperkenalkan kehidupan teman-teman disabilitas kepada audiens yang lebih luas.

Faiz mengaku bahwa seluruh proses persiapan hingga kompetisi berjalan dengan menyenangkan karena didasari oleh rasa tanggung jawab sosial yang tinggi.

Ke depannya, Faiz memiliki komitmen kuat agar proyek Rangkul ini tidak hanya berhenti di meja perlombaan, melainkan dapat diimplementasikan secara nyata di tengah masyarakat.

“Saya benar-benar ingin mengimplementasikan proyek ini secara nyata di masyarakat. Saat ini, saya dikelilingi dan memiliki banyak teman penyandang disabilitas. Saya benar-benar ingin membantu mereka secara nyata,” ungkapnya.

Baca juga: Sambut World Autism Month, UMN Hadirkan Workshop Art Therapy untuk Anak Disabilitas dan Orang Tua

Menutup ceritanya, Faiz berpesan kepada rekan-rekan mahasiswa lainnya agar tidak takut mencoba hal baru dan selalu fokus pada kelebihan yang dimiliki.

Menurutnya, segala niat baik pasti akan membuahkan hasil yang baik pula jika kita berani melangkah keluar dari zona nyaman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ub.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU