Sabtu, 13 JUNI 2026 • 14:05 WIB

Rawat Kearifan Lokal, Mahasiswa UPI Lakukan Penelitian Budaya di Kampung Adat Cikondang

Author

mahasiswa S-2 Pendidikan Bahasa dan Budaya Sunda, UPI, befoto bersama di depan Bumi Adat (berita.upi.edu)

INDOZONE.ID - Sebanyak 14 mahasiswa (S-2) Pendidikan Bahasa dan Budaya Sunda, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), menggelar penelitian lapangan di Kampung Adat Cikondang, Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, pada Rabu 3 Juni 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda rutin untuk mata kuliah Antropologi Budaya guna memberikan pengalaman belajar yang nyata bagi para mahasiswa

Baca juga: 5 Alasan Kuliah Hybrid Jadi Pilihan Banyak Mahasiswa Indonesia: Lebih Hemat Pengeluaran Tanpa Mengurangi Kualitas Pembelajaran

Dede Kosasih, selaku dosen pengampu mata kuliah, menjelaskan bahwa tujuan utama dari praktik lapangan ini adalah agar mahasiswa tidak hanya terpaku pada kajian teori di dalam ruang kelas saja.

“Agar mahasiswa senantiasa terarah, tahun ini fokusnya pada etnografi dan siklus kehidupan manusia, yang terdiri dari kelahiran, khitanan, pernikahan, dan kematian. Mahasiswa diharapkan mampu mendokumentasikan nilai-nilai falsafah dan adat istiadat yang berlaku secara sistematis,” tuturnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Lisan Shidqi Zul Fahmi Sianipar, mengungkapkan alasan di balik pemilihan Kampung Adat Cikondang sebagai lokasi riset.

Menurutnya, meskipun lokasi kampung relatif dekat dengan pusat Kota Bandung, kajian mendalam yang menyentuh aspek etnografi dan siklus kehidupan di sana masih tergolong minim.

Baca juga: Mendiktisaintek Persilakan Kampus Kelola SPPG, Bisa Jadi Sarana Praktik Mahasiswa dan Riset MBG

“Di Kampung Adat Cikondang, hari Selasa, Jumat, dan Sabtu itu tidak boleh berkunjung. Jadi, kami memilih untuk meluangkan waktu Rabu ini untuk penelitian,” jelas Lisan.

Proses penelitian di lapangan berjalan lancar berkat peran Rinie Mutia Widianingsih. Selain berstatus sebagai mahasiswi S-2 di UPI, Rinie juga merupakan guru Bahasa Sunda di SMAN 1 Cikondang yang memiliki kedekatan sosial dengan warga sekitar.

Ia bertindak sebagai perantara yang menghubungkan para mahasiswa dengan berbagai narasumber autentik, mulai dari ketua adat hingga paraji (dukun beranak) dan panyawér.

Sambutan positif juga datang dari Ketua Adat Cikondang, Johana atau yang akrab disapa Abah Anom. Beliau menyatakan rasa bangganya terhadap antusiasme generasi muda dalam melestarikan budaya luhur.

Baca juga: Mengenal Sastra Batak, Jurusan Langka yang Siap Cetak Generasi Pelestari Budaya Nusantara

“Saya senang, karena artinya mahasiswa bukan hanya merasa cukup dengan ilmu huruf (teori), melainkan juga dengan ilmu hidup,” ujar Abah.

Ia bahkan mengundang para mahasiswa untuk kembali berkunjung guna menyaksikan prosesi ritual peringatan 1 Muharam mendatang.

Riset lapangan ini menjadi bukti komitmen UPI dalam menyelenggarakan pendidikan yang berdampak langsung pada masyarakat serta mendukung program pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dengan tetap berbasis pada kearifan lokal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita.upi.edu

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU