Senin, 15 JUNI 2026 • 10:40 WIB

Keren! Mahasiswa ITS Borong Dua Penghargaan Nasional Berkat Riset Padi Tahan El Nino

Author

Dicka Elkana Putra, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sukses menyabet gelar juara pada dua kompetisi nasional. (its.ac.id)

INDOZONE.ID - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dicka Elkana Putra, berhasil menorehkan prestasi di dua kompetisi nasional sekaligus.

Mahasiswa Departemen Biologi ITS tersebut meraih Juara Harapan I dalam ajang National Plant Innovation and Creativity Competition (N-PLANTIC) 2026 di Universitas Jember, dan Juara III pada kompetisi debat Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2026 yang digelar di Universitas Diponegoro

Melalui ajang N-PLANTIC 2026 yang berlangsung pada 3 Mei 2026, Dicka bersama rekannya, Muhammad Dzaky Habib Ridho, memperkenalkan inovasi bertajuk Engineered C4-Hybrid Oryza & Real Time Crop Evaluation (ECHO-RICE).

Gagasan tersebut menggabungkan teknologi rekayasa genetika dengan sistem pertanian cerdas berbasis Internet of Things (IoT).

Inovasi ini mengintegrasikan rekayasa genetika benih padi dengan metode CRISPR-Cas9 dan sistem pertanian pintar berbasis Internet of Things (IoT),” tuturnya.

Baca juga: 4 Hal yang Wajib Dilakukan Setelah Sidang Skripsi: Banyak Mahasiswa Baru Sadar Belakangan!

Melalui metode penyuntingan genom CRISPR-Cas9 dan pendekatan Homology Directed Repair (HDR), tim berhasil melakukan modifikasi genetik pada tanaman padi. 

Teknik tersebut memungkinkan penggantian gen tertentu pada padi dengan gen dari tanaman sorgum yang memiliki ketahanan lebih baik terhadap kondisi lingkungan ekstrim.

Menurut Dicka, inovasi tersebut berpotensi menghasilkan varietas padi yang lebih tahan terhadap kekeringan akibat fenomena El Nino. 

Hasilnya, kami berhasil menciptakan varietas padi yang lebih tahan terhadap kekeringan akibat El Nino,” ungkapnya.

Baca juga: Kenalan dengan EMONESA, Robot Edukatif UNESA yang Mampu Ajarkan 11 Emosi Dasar pada Anak Autisme

Selain itu, padi hasil rekayasa juga memiliki efisiensi penggunaan air yang lebih baik, kemampuan fotosintesis yang meningkat, serta daya tahan lebih tinggi dibandingkan varietas konvensional.

Untuk memastikan kesesuaian fungsi gen yang digunakan, tim turut melakukan analisis alignment sequence dengan memanfaatkan data pustaka genomik Phytozome.

Hasil penelitian tersebut kemudian berhasil mengantarkan mereka meraih Juara Harapan I dalam kompetisi esai tingkat nasional tersebut.

Tak hanya berprestasi di bidang riset, Dicka juga sukses menunjukkan kemampuannya dalam menyampaikan argumentasi ilmiah. 

Baca juga: 5 Fakta Mengejutkan Kehidupan Mahasiswa di Kampus yang Sering Bikin Maba Culture Shock

Bersama rekannya, Aprilia Renata Wijaya, dari Program Studi Teknologi Kedokteran ITS, ia membentuk tim Biology Engineer dan mengikuti kompetisi debat HTTS 2026 yang diselenggarakan pada 24 Mei lalu.

Pada babak final, tim mereka membahas isu subsidi perawatan penyakit yang dipicu oleh penggunaan bahan aditif. 

Berbekal data ilmiah dan kajian terkini, tim Biology Engineer menawarkan berbagai solusi berbasis bioteknologi, termasuk pemanfaatan rekayasa genetika untuk menekan kadar nikotin pada tanaman tembakau.

Penampilan yang solid sepanjang kompetisi berhasil mengantarkan tim tersebut meraih posisi Juara III tingkat nasional.

Baca juga: Mahasiswa ITS Kembangkan SUBTRACK, Sistem Canggih untuk Deteksi Kawasan Rawan Banjir

Prestasi yang diraih Dicka menjadi bukti nyata dari kontribusi mahasiswa ITS dalam menghadirkan solusi berbasis sains untuk menjawab berbagai tantangan global. 

Inovasi ECHO-RICE yang mendukung ketahanan pangan serta gagasan bioteknologi yang dibawa dalam ajang debat sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya terkait ketahanan pangan, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Its.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU