UPI dan UiTM Kolaborasi Kembangkan Tari Tradisional sebagai Diplomasi Budaya Indonesia-Malaysia
INDOZONE.ID - Tim peneliti dari Program Studi Pendidikan Seni Tari, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), sukses melaksanakan kegiatan pengumpulan data dan penerapan model kerja sama internasional di Malaysia.
Program yang didanai melalui Hibah Universitas tahun 2026 ini bertujuan untuk membangun sinergi antara institusi pendidikan dalam mengembangkan seni tari tradisional sebagai alat diplomasi budaya bagi negara serumpun.
Baca juga: Cultural Majesty: 122 Mahasiswa Unesa Tampilkan Pesona Budaya dalam Balutan Tata Rias Modern
Kegiatan berlangsung selama dua hari, tepatnya pada 9 dan 10 Juni 2026, YANG berlokasi di Studio Tari FiTA 1, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Kampus Puncak Perdana.
Sebanyak 49 mahasiswa serta dua dosen pendamping dari UiTM turut berpartisipasi aktif dalam rangkaian agenda tersebut.
Ketua Tim Penelitian UPI, Dr. Yuliawan Kasmahidayat, M.Si., mengungkapkan bahwa kolaborasi ini memiliki nilai strategis, terutama dalam upaya meningkatkan peringkat UPI di kancah internasional melalui QS World University Rankings.
Selain itu, riset difokuskan pada tiga poin utama, yaitu memetakan pola pembelajaran tari tradisi di kedua universitas, menguji efektivitas model sinergi antara akademisi dan masyarakat seni, serta melihat sejauh mana seni tari dapat menjadi media diplomasi budaya yang kuat.
Dalam pelaksanaannya, Dr. Yuliawan didampingi oleh tim dosen yang terdiri dari Dr. Ria Sabaria, Fitri Kurniati, dan Agus Sudirman.
Penelitian juga memberikan ruang bagi empat mahasiswa UPI untuk terlibat langsung di lapangan.
Sebagai materi utama penelitian, tim memperkenalkan Tari Kangsreng dan Ibing Pecak dari Jawa Barat untuk mempresentasikan identitas budaya Sunda.
Menariknya, tarian tersebut dikolaborasikan dengan Tari Asli Makan Sirih yang merupakan ikon budaya Malaysia.
Pemilihan Tari Makan Sirih bukan tanpa alasan. Tarian ini dianggap sebagai simbol kesantunan, kelembutan, dan warisan luhur masyarakat Melayu.
Gabungan tarian dari dua negara menjadi cerminan keharmonisan hubungan antara Indonesia dan Malaysia.
Pihak UiTM memberikan apresiasi tinggi terhadap keterlibatan mahasiswa mereka dalam program ini sebagai bentuk komitmen dalam melestarikan seni pertunjukan melalui jalur akademik yang sistematis.
Perwakilan UiTM menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena menerapkan metode pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) bagi para pelajar.
Baca juga: Rasakan Jadi Mahasiswa Sehari, Pelajar Ikuti Trial Class DCB Telkom University
“Paparan langsung melalui aktivitas penyelidikan, pertukaran budaya, dan jaringan internasional ini memberi peluang kepada para pelajar untuk mempelajari serta berbagi khazanah seni tradisi dari dua institusi.”
Diharapkan, kerja sama yang terjalin mampu menghasilkan penelitian yang berdampak luas serta memastikan warisan budaya tetap terjaga bagi generasi masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita.upi.edu