Rabu, 24 JUNI 2026 • 11:00 WIB

Salut! Mahasiswa UKDW Tembus 5 Besar Dunia Lewat Inovasi Prostetik Adaptif untuk Anak Penyandang Disabilitas

Author

 Mahasiswa UKDW raih Top 5 dunia lewat inovasi prostetik untuk anak penyandang disabilitas. (ukdw.ac.id)

INDOZONE.ID - Lima mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta berhasil mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional usai meraih posisi lima besar dunia dalam ajang Global Student Innovation Challenge (GSIC).

Prestasi tersebut berhasil mereka raih berkat inovasi prostetik adaptif bernama Buddy V.1, yang dikembangkan untuk membantu anak penyandang disabilitas.

Tim bernama Buddy Builders ini terdiri dari Michelle Aurelia Nathanael, Kezia Angelina Hermawan, Rhenald Tanujaya, Kimberly Benedicta Christabel dari Program Studi Desain Produk, serta Gracia Jessica dari Program Studi Manajemen.

Sebelum tampil di kompetisi tersebut, mereka lebih dulu menjuarai National Student Innovation Challenge (NSIC) yang diselenggarakan oleh Product Development & Management Association Indonesia (PDMAI).

Baca juga: Bukan Hanya soal Nilai! Kenali Perbedaan Prestasi Akademik dan Prestasi Non-Akademik

Inovasi Buddy V.1 lahir dari keprihatinan mereka terhadap masih terbatasnya akses prostetik bagi anak penyandang disabilitas tangan.

Selain biaya yang relatif tinggi, prostetik untuk anak juga harus diganti secara berkala karena ukuran tubuh yang terus bertambah seiring bertambahnya usia.

Michelle menjelaskan bahwa kondisi tersebut membuat sebagian keluarga kesulitan menyediakan alat bantu yang sesuai kebutuhan dalam jangka panjang.

Banyak prostetik yang harganya cukup tinggi, kurang menarik bagi anak-anak, dan harus diganti berulang kali seiring pertumbuhan tubuh. Kondisi ini membuat penggunaan prostetik menjadi kurang berkelanjutan bagi sebagian keluarga,” jelasnya.

Baca juga: Cultural Majesty: 122 Mahasiswa Unesa Tampilkan Pesona Budaya dalam Balutan Tata Rias Modern

Untuk menjawab persoalan tersebut, tim mengembangkan Buddy V.1 dengan memanfaatkan teknologi 3D Scan dan 3D Print.

Berkat teknologi tersebut, prostetik dapat diproduksi sesuai ukuran dan kebutuhan masing-masing pengguna.

Salah satu fitur utama yang menjadi pembeda adalah sistem adaptive reprint yang dimiliki inovasi ini, yaitu kemampuan mencetak ulang prostetik sesuai perubahan ukuran tubuh anak tanpa harus memulai proses produksi dari awal.

Dengan pendekatan tersebut, biaya produksi dapat ditekan sekaligus mempermudah proses penyesuaian ketika pengguna mengalami pertumbuhan.

Baca juga: Inovasi Mahasiswa UNY, Quiche Lorraine Bergizi Tinggi untuk Lawan Anemia Remaja Putri

Pemanfaatan teknologi manufaktur digital dinilai mampu mengurangi limbah produksi dan mendukung konsep circular economy dalam pengembangan alat bantu kesehatan.

Ke depan, Buddy Builders berharap Buddy V.1 dapat terus dikembangkan agar semakin banyak anak penyandang disabilitas tangan memperoleh prostetik yang terjangkau dan mudah digunakan. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ukdw.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU