Kamis, 25 JUNI 2026 • 12:00 WIB

Keren! Mahasiswa UNAIR Kembangkan Malaiscope, Alat Pintar Pendeteksi Malaria untuk Daerah Terpencil

Author

Tim mahasiswa asal Universitas Airlangga (UNAIR) yang berhasil mengembangkan Malaiscope, alat deteksi malaria akurat. (unair.ac.id)

INDOZONE.ID - Sejumlah mahasiswa asal Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil mengembangkan inovasi alat pendeteksi malaria bernama Malaiscope.

Alat tersebut tim kembangkan untuk membantu proses diagnosis dengan lebih cepat dan akurat, terutama di wilayah terpencil yang masih memiliki keterbatasan tenaga kesehatan dan fasilitas laboratorium.

Inovasi tersebut juga berhasil memperoleh pendanaan melalui program Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) sebagai jawaban atas tingginya tantangan penanganan malaria di Indonesia yang dinilai belum cukup maksimal.

Anggota tim terdiri dari mahasiswa Fakultas Vokasi UNAIR, yakni Stefanus Adi Nugraha, Rani Dwi, Mutia Nastiti, dan Habib Aulia, serta Ardhia Hanindya dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). 

Baca juga: Rayakan Dies Natalis ke-70, UNAND Berikan Layanan Sunat Gratis bagi 70 Anak di Solok

Stefanus menjelaskan bahwa ide pengembangan Malaiscope berangkat dari masih terbatasnya akses layanan kesehatan di sejumlah daerah yang menjadi akar penyebaran malaria. 

Kondisi tersebut sering kali menyebabkan keterlambatan diagnosis sehingga penanganan pasien tidak dapat dilakukan secara optimal.

Karena sumber daya manusia kami berasal dari bidang kesehatan, teknis, dan sosiologi, tentunya kami mencoba untuk menjadi inisiator dan inovator dari masalah yang terjadi di lapangan,” jelasnya.

Hadirnya Malaiscope ini, tim mencoba memperkenalkan sistem cerdas otomatis yang mampu mengidentifikasi keberadaan parasit malaria di dalam sel darah merah secara langsung.

Baca juga: UPI dan UiTM Kolaborasi Kembangkan Tari Tradisional sebagai Diplomasi Budaya Indonesia-Malaysia

Sementara itu, Rani menuturkan bahwa pengembangan Malaiscope tidak hanya berfokus pada aspek teknologi saja, tetapi juga pada kemudahan akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pelayanan medis.

Menurutnya, alat tersebut diharapkan mampu menjadi solusi untuk memperluas akses diagnosis malaria di daerah yang masih kekurangan tenaga kesehatan dan fasilitas laboratorium.

Kami berharap Malaiscope dapat membantu meningkatkan akses diagnosis malaria yang cepat, akurat, dan terjangkau di daerah terpencil yang memiliki keterbatasan tenaga kesehatan maupun fasilitas laboratorium,” jelasnya.

Tim berharap inovasi ini dapat terus disempurnakan dengan berbagai penelitian lanjutan, agar alat memiliki tingkat akurasi yang semakin baik dan dapat digunakan secara lebih luas di berbagai wilayah Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unair.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU