INDOZONE. ID - E.F.E. Douwes Dekker, yang lebih dikenal dengan nama Danudirja Setiabudi, adalah salah satu tokoh utama dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia.
Meskipun memiliki darah campuran Eropa dan Jawa, Douwes Dekker tidak ragu untuk berdiri di barisan depan dalam melawan kolonialisme Belanda yang telah lama menindas rakyat Indonesia.
Pandangannya yang kuat terhadap anti-kolonialisme membuatnya sering dianggap sebagai sosok yang berbahaya oleh pemerintah Hindia Belanda.
Baca Juga: Protes Mahasiswa dan Kebangkitan Nasionalisme China di Gerakan 4 Mei 1919
Sebagai seorang jurnalis, Douwes Dekker memanfaatkan tulisan untuk mengkritik kebijakan kolonial yang merugikan rakyat. Ia menulis banyak artikel di surat kabar De Expres, yang menjadi wadah utama untuk menyuarakan kegelisahan dan ketidakadilan yang dirasakan oleh rakyat Indonesia.
Bersama dua sahabatnya, Soewardi Soerjaningrat dan Tjipto Mangoenkoesoemo—yang kemudian dikenal dengan nama "Tiga Serangkai"—Douwes Dekker berusaha menggelorakan semangat nasionalisme dan menanamkan ide-ide tentang kemerdekaan Indonesia.
Pada tahun 1912, Douwes Dekker mendirikan Indische Partij (Partai Hindia), sebuah organisasi yang berjuang untuk persatuan bangsa tanpa memandang perbedaan ras dan agama. Indische Partij menentang kebijakan kolonial dan memperjuangkan kemerdekaan Hindia.
Douwes Dekker dengan tegas mengajak orang-orang pribumi serta bangsa campuran Indo-Eropa untuk bersatu melawan penjajahan Belanda.
Baca Juga: Jejak Sejarah STOVIA dari Sekolah Kedokteran hingga Jadi Gerakan Nasional
Namun, Douwes Dekker tidak hanya terlibat dalam politik. Ia juga peduli dengan dunia pendidikan, dan pada tahun 1914, ia mendirikan Het Ksatrian Instituut, sebuah sekolah yang bertujuan memberikan pendidikan yang bermutu bagi anak-anak pribumi.
Sekolah ini tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai nasionalisme, harga diri, dan semangat kejujuran kepada para siswa.
Douwes Dekker berharap melalui pendidikan, anak-anak Indonesia bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan di masa depan dan mengisi kemerdekaan yang diperjuangkan.
Baca Juga: SMKN 1 Turen dan MAFINDO Tingkatkan Literasi Digital Siswa dengan Pelatihan Cek Fakta
Sebagai seorang tokoh yang sangat mencintai tanah air, Douwes Dekker menjadi inspirasi bagi banyak pemimpin bangsa Indonesia, termasuk Presiden pertama Indonesia, Sukarno (Bung Karno).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jurnal Nasional