Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Selasa, 09 SEPTEMBER 2025 • 13:05 WIB

Unair Juara! Mahasiswi Sabet Gelar di Kompetisi Nasional lewat Jurus Jitu 'Cermat' Hadapi AI

Unair Juara! Mahasiswi Sabet Gelar di Kompetisi Nasional lewat Jurus Jitu Cermat Hadapi AIMahasiswa Fakultas Psikologi UNAIR, Fadiani Risqita Mamang menerima juara 2 dalam ajang Psyfic 2025 di Makassar. (Humas Unair)

INDOZONE.ID – Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. 

Fadiani Risqita Mamang, mahasiswa Fakultas Psikologi UNAIR, berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Psychology Scientific Event (Psyfic) 2025 yang digelar di Universitas Hasanuddin, Makassar, akhir Agustus lalu.

Fadiani memenangkan kategori poster infografis dengan karyanya yang berjudul "AI Bisa Cepat, Tapi Manusia Harus Tetap CERMAT: Mengelola Teknologi untuk Membangun Resiliensi dan Kendali Diri." 

Prestasi ini menjadi makin spesial karena ia berkompetisi secara individu, bersaing dengan tim-tim dari universitas besar lainnya.

Baca juga: Selamat! Mahasiswa UGM Juara 1 Kompetisi Esai Nasional Bikin Karya Solar Tracker

Angkat Isu Kesehatan Mental di Era AI

Dalam posternya, Fadiani mengangkat isu tentang dampak negatif perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) terhadap kesehatan mental, khususnya di kalangan anak muda. 

Menurutnya, ketergantungan pada AI dapat menurunkan kemampuan berpikir kritis, melemahkan regulasi emosi, dan mengganggu kesehatan mental.

“Tema besar lomba adalah Psychological Well-being in The Digital Age. Kuncinya bukan menolak teknologi, tapi belajar mengelolanya agar tetap sehat secara psikologis,” jelas Fadiani dikutip pada Selasa pagi (9/9/2025).

Sebagai solusinya, ia memperkenalkan Prinsip CERMAT, sebuah panduan sederhana yang mudah diterapkan dalam mengelola penggunaan teknologi berbasis AI. 

Akronim ini merupakan singkatan dari: Cek Fakta, Evaluasi Emosi, Rutin Detox Digital, Mindful Menggunakan AI, Tetap Terhubung Nyata.

Baca juga: Keren! Tim FEB UNAIR Malah Sabet 2 Medali di Challenge Inovasi Kimia Internasional CIDC 2025

Tantangan Bertanding Sendirian

Fadiani mengatakan proses pengerjaan posternya membutuhkan waktu sekitar dua minggu, mulai dari riset literatur hingga desain. 

Tantangan terberatnya adalah harus bersaing sebagai peserta individu melawan tim dari universitas besar lain seperti UGM dan UNPAD.

“Rasanya cukup berat, tapi juga menantang. Saya belajar banyak. Alhamdulillah, usaha itu terbayar saat diumumkan sebagai juara dua,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Unair

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Unair Juara! Mahasiswi Sabet Gelar di Kompetisi Nasional lewat Jurus Jitu 'Cermat' Hadapi AI

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!