Ilustrasi belajar bahasa (freepik)
INDOZONE.ID - Sering scroll media sosial, YouTube, atau bahkan lihat aktivitas di kampus, rasanya makin sering kita temui mahasiswa atau warga negara asing yang fasih berbahasa Indonesia. Bukan sekadar “hai” atau sapaan sehari-hari, tapi benar-benar lancar berkomunikasi.
Di Korea Selatan, minat belajar bahasa asing juga semakin meningkat, terutama bahasa yang jarang dipelajari di kampus atau lembaga, seperti Persia, Turki, hingga Swahili.
Baca juga: Mahasiswa UNAIR Raih Prestasi di Kejuaraan Presentasi Bahasa Jepang se-Jawa Timur
Fenomena ini melonjak, khususnya di Korea Selatan, berkat program “Learn a Strategic Foreign Language” yang dibuka oleh National Institute for International Education (NIIED).
Sejak tahun 2020, program ini menyediakan kursus bahasa strategis hingga 53 bahasa asing, mulai dari Bahasa Timur Tengah, Asia Selatan, hingga Amerika Latin.
Dilansir dari NIIED, pesertanya pun meningkat jauh dari 627 orang pada tahun 2020 menjadi 6.300 peserta di tahun 2025, dengan total 80 persen berusia 20 - 30 tahun.
Baca juga: 3 Tips Jadi Poliglot: Cara Seru Kuasai Banyak Bahasa ala Mahasiswa
Di sisi lain, Bahasa Indonesia juga tengah naik daun di kancah global. Berdasarkan data Kemendikbudristek melalui Badan Bahasa, jumlah negara yang mengajarkan Bahasa Indonesia naik dari 38 negara menjadi 54 negara pada tahun 2023.
Bahasa Indonesia dinilai mudah dipelajari karena struktur kalimatnya yang logis, tidak mengenal bentuk feminin atau maskulin, serta terus berkembang mengikuti zaman.
Baca juga: Bukan Hanya Indonesia yang Pelajari Bahasa Indonesia, 4 Negara Ini Juga
Beberapa universitas di Australia, Belanda, dan Korea bahkan juga memiliki kurikulum resmi yang mengajarkan Bahasa Indonesia. Nggakheran banyak penutur asing khususnya mahasiswa yang bisa bahasa Indonesia.
Fenomena ini menunjukkan bahwa bahasa kini bukan sekadar alat komunikasi, tapi juga jembatan peluang karier di dunia global.
Kalau kamu mulai tertarik belajar bahasa asing juga selain Inggris, berikut alasan kenapa langkah ini patut kamu coba:
Baca juga: Milenial dan Aktivis Mahasiswa Dukung Gerakan Bahasa Isyarat
Dari Korea yang sibuk mempelajari bahasa langka, hingga dunia yang mulai jatuh cinta pada Bahasa Indonesia, satu hal pasti: bahasa adalah kekuatan yang membentuk masa depan.
Saatnya kamu menambah satu bahasa baru di daftar bucket list. Siapa tahu, dari satu kata “halo” dalam bahasa asing, terbuka kesempatan peluang karier di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kemendikbud